Archive for March, 2014

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI PART II

    TUGAS MANAJEMEN STRATEGI
    PART II
    “Proses perusahaan dalam menyusun strateginya dan implementasi Manajemen strategi”

    UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

    Nama : Wigita Melyanti
    Nim : 01112006
    Fakultas : Ekonomi – Akuntansi

    I. PT. INFOMEDIA NUSANTARA
    PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan contact center sebagai salah satu core bisnis yang di jalankan. Sama halnya dengan layanan contact center lainnya, Infomedia menyediakan insfrastruktur dan teknologi, tenaga kerja. PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan di bidang contact center dan periklakan. PT Infomedia sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan bisnis dengan proses dalam penerapan customes relationship Management (CRM) sesai dengan perjanjian PT Infomedia Nusantara. Beberapa saham yang ada di Infomedia ini sebanyak 51% saham dimiliki langsung oleh Telkom, dan sisanya 49% dimiliki oleh pelaku bisnis lainnya. Dalam layanan contact centernya PT. Telkomunikasi Indonesia Tbk, (Telkom) merupakan salah satu perusahaan yang mempercayakan contact center-nya untuk dikelola oleh Infomedia sebagai anak perusahaannya.
    Contact Center Services yang dikelola Infomedia untuk Telkom adalah contact center 108 untuk informasi nomor telepon, contact center147 untuk menangani keluhan serta memberikan informasi terhadap seluruh produk yang dimiliki oleh Telkom kepada pelanggannya, dan contact center TAM (Teletama Acount Management) menangani tentang segala informasi produk telkom yang ada, serta Infomedia sendiri juga ada bebetapa layanan contact center selain milik telkom.
    Di Indonesia Contact Center Telkom dibagi menjadi beberapa regional yaitu : area Medan untuk melayani pelanggan Telkom wilayah Sumatra, area Jakarta untuk melayani pelanggan wilayah Jakarta, Jawa Barat, untuk area Surabaya melayani pelanggan wilayah,Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur. Saat ini setiap area menerapkan kebijakan dan sistem operasionalnya sendiri-sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada setiap area. Infomedia area Surabaya merupakan salah satu area yang melayani wilayah yang besar. Oleh karena hal tersebut penyediaan layanan contact center yang dibangun untuk Telkom benar-benar memerlukan strategi yang tepat di semua bidang. Ward dan Peppard mengatakan, untuk mendukung strategi bisnis suatu perusahaan diperlukan strategi sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI). Hal ini sejalan dengan kebutuhan SI/TI yang harus disediakan untuk contact center Telkom sangat besar mulai dari perangkat dan aplikasi yang digunakan.Berkembangnya CRM di bidang contact center yang ada menimbulkan banyak organisasi yang bergerak dalam bisnis ini sehingga persaingan dalam bisnis ini semakin ketat. Hal ini juga didukung dengan adanya penghargaanpenghargaan yang diberikan kepada contact center dengan penilaian tertentu sehingga dengan memperoleh penghargaan-penghargaan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sebuah perusahaan contact center yang juga akan berpengaruh terhadap pelanggan. Nilai tambah yang lain adalah kepercayaan masyarakat terhadap Infomedia juga akan bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan.

    I.1 Strategi PT. Infomedia Nusantara
    I.I.1 Pengertian Strategi
    Pengertian Strategi ada beberapa macam sebagaimana dikemukanan oleh para ahli dalam buku karya mereka masing-masing. Suatu strategi mempunyai dasar atau skema untuk mencapai sasaran yang dituju. Jadi pada dasarnya stratgei merupakan alat untuk mencapai tujuan.
    Menurut Marrus (2002:31) strategi didefisinikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Selanjutnya Quinn (1999:10) mengartikan strategi adalah suatu bentuk atau rencana yang mengintergrasikan tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan dan rangkaian tindakan dalam suatu organisasi menjadi suatu kesatuan yang utuh. Strategi diformulasikan dengan baik akan membantu penyusunannya dan pengalokasikan sumber daya yang dimilik perusahaan menjadi suatu bentuk yang unik dan dapat bertahan. Strategi yang baik disusun berdasarkan kemampuan internal dan kelemahan perusahaan, antisipasi perubahan dalam lingkungan, serta kesatuan pergerakan yang dilakukan oleh mata-mata musuh.
    Dari kedua pendapat di atas, maka strategi dapat diartikan sebagai suatu rencana yang disusun oleh manajemen puncak untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Rencana ini meliputi: tujuan, kebijakan, dan tindakan yang harus dilaksanakan oleh suatu organisasi dalam mempertahankan eksitensi dan memenangkan persaingan, terutama perusahaan atau organisasi harus memiliki keunggulan kompetitif.

    I.I.2 Peranan Strategi
    Strategi memiliki peranan yang sangat penting bagi pencapain tujuan, karena strategi memberikan arah tindakan, dan cara bagaimana tindakan tersebut harus dilakukan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Menurut Grant (1999:21) strategi memilik 3 peranan penting dalam mengisi tujuan manajemen, yaitu :
    • Strategi sebagai pendukung untuk mengambil keputusan
    Strategi sebagai suati elemen untuk mencapai sukses. Strategi merupakan suatu bentuk atau tema yang memberikan kesatuan hubungan antara keputusan-keputusan yang di ambil oleh individu atau organisasi.
    • Strategi sebagai sarana koordinasi dan komunikasi
    Salah satu peranan strategi sebagai saran koordinasi dan komunikasi adalah untuk memberikan kesamaan arah bagi perusahaan.
    • Stratgei sebagai target
    Konsep strategi akan digabungkan dengan misi dan visi untuk menentukan dimana perusaahan berada dalam masa yang akan datang. Penetapan tujuan tidak hanya dilakukan untuk memberikan arah bagi penyusunan strategi, tetapi juga untuk membentuk asprirasi bagi perusahaan. Dengan demikian strategi juga dapat berperdan sebagi target perusahaan.
    I.I.3 Strategi PT.Infomedia Nusantara
    1. database informasi yang dinamis dan berkembang
    2. infrastruktur yang berbasis teknologi dan keterampilan sumber daya manusia
    3. dukungan sistem IT dan perkembangan teknologi

    II. STRATEGI MANAJEMEN
    II.1 Pengertian Manajemen Strategi
    Menurut Fred R.David (2004: 5) pengertian dari manajemen strategi adalah, ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya. Menurut Wheelan dan Hunger (Strategic Manajemen and Business Policy Massachuset, 1995) adalah manajemen stratgei suatu kesatuan rangkaian keputusan dan tindakan yang menetukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Tercakup di dalamnya mengenali dan menganalisa lingkungan, memformulasi strategi, memimplimentasikan stratgei dan melakukan evaluasi berikut pengendalian. Menurut keduan pengertian tersebut manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perncanaan berskala besar mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana stratgei( renstra) yang dijabarka menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
    Visi, misi pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya. Dan manajemen strategi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya (Davi, 2004, p5). Sebagaimana tersirat dalam definsi tersebut, manjemen strategi terfokus upaya memadukan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produk/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi.
    II.2 Manfaat Manajemen Strategi
    Pelaksanaan manajemen stratgei mendatangkan manfaat yang tidak sedikit bagi organisasi. Pearce dan robinson (1997) dalam yoshida (2006) menyimpulkan manfaat yang diberikan ketika organisasi manjalankan manajemen strategi, yaitu :
    1. Manajemen strategi digunakan sebagai cara untu mangantisipasi peluang dalam ancaman dari perubahan lingkungan pada masa yang akan datang.
    2. Manajemen strategi memberikan gambaran pada anggota organisasi di masa yang akan datang.
    3. Manajemen strategi memonitor apa yang terjadi dalam organisasi sehingga apabila organisasi tersebut menghadapi masalah, dapat dengan segera diketahui akan permasalahannya yang akan memudahkan untuk mencari solusinya.
    Selain itu banyak manfaat lain yang perusahaan dapatkan ketika manajemen strategei dilakukan dalam suatu organisasi, manajemen strategi membuat organisasi lebih proaktif dari pada reaktif dalam membentuk masa depannya, manajemen strategi membuat organisasi dapat mulai mempengarui (bukan hanya menanggapi) berbagai kegiatan dengan demikian perusahaan dapat mengendalikan nasibnya sendiri.
    Secara historis manfaat utama dari manajemen strategi adalah membantu organsasi merumuskan stragei-strategi yang lebih baik melalui pendekatan yang lebih sistematis, logis, dan rasional untuk menentukan pilihan strategi. Tetapi perumusan stratgei-stratgei tersebut haris diimplementasikan secara efektif.

    II.3 Model Manajemen Strategi
    Model manajemen strategi menggambarkan suatu proses yang mewakili pendekatan praktis dan jelas untuk merumuska, melaksanakan, dan mengevaluasikan strategi suatu organisasi (David, 2004, p18). Sedangkan proses manajemen strategi merupakan proses yang dinamis dan berkesinabungan. Sehingga apabaila terjadi suatu perubahan pada salah satu dari komponen atau bagian utama dari model tersebut dapat menyebabkan perubahan pada salah satu atau semua unsur yang lain.
    Misalnya, perubahan dalam ekonomi bisa merupakan peluang besar dan menuntut adanya perubahan tujuan-tujuan jangka panjang dan strategi; kegagalan mencapai sasaran tahunan mengharuskan adanya perubahan kebijakan; atau perubahan stratgei pesaing untuk mengharuskan adanya perusahaan dalam misi perusahaan tersebut.
    Berdasarkan model manajemen strategi menurut Wheelen dan Hunger (1995:7), sesungguhnya sejak awal mereka membagi proses manajemen strategi ke dalam empat elemen dasar, yakni :
    1. Analisis lingkungan ( enviromental scanning)
    2. Perumusan strategi ( strategy formulation)
    3. Implementasi strategi (strategi implemention)
    4. Evaluasi dan kontrol (evalution dan control)
    Jika dikaitan dengan fungsi manajemen, maka komponen manajemen strategi sebenarnya mengikuti siklus fungsi manajemen, yang diawali dengan perencanaa, pengorganisasian, pengarahan hingga ke pengawasan. Dengan demikian, berdasarkan uraian tentang komponen manajemen strategi di atas, maka pengertian manajemen strategi dapat disimpulkan sebagai suatu kesatuan dan tindakan untuk menghasilkan suatu formulasi dan implementasi rencana yang di design dan terkontrol dalam mencapai sasaran ata tujuan suatu perusahaan.
    II.4 Proses Manajemen Strategi
    Karakteristik pertama yang ada pada proses manajemen strategi adalah adaya kesatuan (unity) an proses yang runtut. Jadi, sebenarnya ahapan dalam manajemen strategi yaitu di mulai dari pengembangan misi organisasi, menetapkan tujuan, menyusun stratgei, implemetas strategi, dan akhirnya evaluasi kinerja adalah merupakan satu kesatuan yang sulit untuk dipisahkan. Proses manajemen strategi terdiri dari 3 (tiga) tahapan:
    1. Perumusan (formulasi) stratgei
    Formulasi stratgei meliputi pengembangan misi bisnis, mengindentifikasi peluang dan ancaman eksternal, mengukur dan menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, mengumpulkan alternatif, serta memilih strategi-strategi khusu yang akan diberlakukan untuk kasus tertentu. Dalam formulasi stratgei telah mencakup tentang obyek organisasi baru akan digarap, obyek bisnis yang akan di tinggalkan, pengalokasian sumber daya (baik sumber daya finansial maupun sumber daya non finansial).
    Strategi harus memberikan keungglan kompratif dan pada akhirnya dalam jangka panjang dapat memberikan keunggulan kompetitif.
    2. Mengimplementasian Strategi
    Implementasi stratgei sering disebut juga sebagai tahapan dari tindakan manajemen strategi. Dalam tahapan ini perusahaan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahan tahunan (annual objective of business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, motivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dilaksanakan.
    Implementasi strategi meliputi budaya yang mendukung pengembangan organisasi bisnis, menciptakan struktur organisasi yang efektif, mereflesikan berbagai usaha pemasaran, mempersiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi, serta memotivasi individu agar mau melaksanakan dan bekerja dengan sebaik mungkin. Implementasi stratgei memerlukan kinerja dan displin yang tinggi juga harus di imbangi dengan imbalan yang memadai.
    3. Evaluasi dan mengawasi strategi
    Evaluasi dan erat pengawasan merupakan tahap terkahir dalam proses strategi. Semua stratgei merupakan subyek modifikasi di masa yang akan datang, sebab berbagai faktor internal dan eksternal akan selalu mengalami perubahan evaluasi stratgi, mencakup 3 hal yaitu:
    a. Mervie faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung.
    b. Mengukur kinerja yang telah dilakukan tindakan perbaikan.
    c. Mengambil berbagai tindakan perbaikan.
    II.5 Manajemen Strategi PT. INFOMEDIA NUSANTARA
    Dalam proses manajemen strategi, PT.Infomeda nusantara memiliki beberapa strategi untuk mencapai tujuan dari strategi perusahaan tersebut, yang dikenal dengan budaya “5C” yakni;
    1. Commitment to long term
    Dalam melakukan sesuai tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang
    2. Customer First
    Selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal
    3. Caring Meritocracy
    Memberikan rewards dan consequences yang sesuai kinerja dan perilaku yang bersaing kutan dengan tetapi memperhatikan aspen pembinaan dan pengembangannya
    4. Co-creation of win-win partnership
    Memperlakukan mitra bisnis sebagai rekanan yang setara
    5. Collaborative Innovation
    Menghilangkan internal silos.

    III. Implementasi Strategi
    III.1 Implementasi
    Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaaan sudah dianggap fix. berikat ane akan sedikit info tentang pengertian implentasi menurut para ahli. semoga info tentang pengertian implementasi menurut para ahli bisa bermanfaat.
    III.2 Implementasi Strategi
    Implementasi strategi adalah proses di mana manajemen mewujudkan strateginya dalam bentuk program, prosedur dan anggaran. Implementasi strategi juga dapat diartikan sebagai pengembangan strategi dalam bentuk tindakan. Implementasi terkadang lebih sulit karena implementasi membawa sebuah perubahan. banyak faktor2 tak terduga yang bisa menjadi hambatan. Hitt, Ireland, dan Hoskisson (2000) menekankan bahwa serangkaian tindakan strategis yang disebut formulasi strategi dan implementasi strategi harus disatukan dengan hati-hati jika perusahaan ingin mencapai daya saing strategis dan menghasilkan pendapatan di atas rata-rata. Kesuksesan persaingan terjadi ketika perusahaan menggunakan perangkat dan tindakan implementasi secara konsisten dengan strategi-strategi level-bisnis, level-perusahaan, akuisisi, internasional, dan kerjasama yang sebelumnya dipilih.
    Perumusan strategi dan implementasi strategi harus sesuai dengan tujuan strategis dan misi strategis. Tujuan strategis dan misi strategis disusun berdasarkan informasi yang diperoleh dari analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Perusahaan mempelajari lingkungan eksternal dan internal agar dapat mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman pasarnya dan menentukan bagaimana menggunakan kompetensi-kompetensi intinya dalam usaha mendapatkan hasil strategisnya yang diinginkan. Dengan pengetahuan ini, perusahaan membentuk tujuan-tujuan strategis, misi strategis mensefisikasi, secara tertulis, produk-produk yang ingin diproduksi oleh perusahaan tersebut dan pasar yang ingin dilayani ketika mendayagunakan sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi-kompetensinya.
    III.3 Manfaat Implementasi Strategi
    Penerapan atau implementasi strategi mencakup (1) penguasaan perusahaan (corporate governance), (2) struktur dan kontrol organisasi (organizationa structure and control), (3) kepemimpinan strategis (strategic leadership), dan kewirausahaan dan inovasi perusahaan (entrepreneurship & innovation).
    Dalam teori keagenan (Agency Theory) dijelaskan adanya hubungan antara para pemegang saham (prinsipal) sebagai para pemilik perusahaan dengan para manajer sebagai agen pembuat keputusan. Para prinsipal menyewa para manajer untuk dijadikan agen pembuat keputusan. Hubungan keagenan tersebut menuntut kekhususan risiko dengan para pembuat keputusan.
    Masalah keagenan terjadi ketika hasrat-hasrat atau tujuan-tujuan atas prinsipal dan agen konflik dan kesukran atau mahalnya atas prinsipal untuk memverifikasi bahan agen telah diperoleh secara tepat.
    Ada lima kunci mekanisme penguasaan (governance mechanisms), yaitu (1) konsentrasi kepemilikan (ownership concentration), (2) dewan direktur (boards of Directors), (3) kompensasi eksikutif (executive compensation), (4) struktur keorganisasian multidivisi (multidivisional organizational structure), dan (5) pasar bagi pengendalian perusahaan (market for corporate control ).
    1.Konsentrasi Kepemilikan Ownersship concentration terjadi sebagai berikut. Sejumlah besar para pemegang saham mempunyai suatu insentif yang kuat untuk memantau manajemen secara tertutup. Mereka dalam jumlah besar membantu membuat berarti pemantauan tersebut sementara menghabiskan waktu, usaha dan mahal pemantauan secara tertutup. Mereka juga bisa mencari kedudukan dewan yaitu meningkatkan kemampuan mereka untuk memantau secara efektif (meskipun lembaga-lembaga finansial secara legal terlupakan secara pengarahan dari kepemilikan kursi-kursi dewan).
    2.Dewan Direktur Mekanisme penguasaan board of Directors bisa terjadi di dalam prganisasi, dalam hubungan di luar organisasi, dan di luar organisasi lainnya. Di dalam organisasi yaitu pada CEO perusahaan dan para manajer level-puncak lainnya. Di luar organisasi yang berhubungan, yaitu terjadi pada individu-individu yang tdak dilibatkan dengan operasi sehari-hari, tetapi yang mempunyai suatu hubungan dengan perusahaan. Di luar organisasi lainnya, yaitu terjadi pada individu-individu yang bebas atas operasi perusahaan sehari-hari dan hubungan-hubungan lainnya. Karena itu dalam mekanisme dewan direktur agar penguasaan dewan lebih efektif disarankan sebagai berikut:
    -Meningkatkan diversitas atau keragaman atas latar belakang keanggotaan dewan
    -Memperkuat mnajemen internal dan sistem pengendalian akuntansi.
    -Memantapkan proses-proses formal bagi evaluasi atas kinerja dewan.
    3.Kompensasi Eksikutif Mekanime penguasaan perusahaan dari segi kompensasi eksikutif dapat meliputi:Gaji, bonus-bonus, kompensasi insentif jangka panjang. Keputusan-keputusan eksikutif adalah bersifat kompleks dan tidak-rutin. Banyak faktor mencampuri pembuatan keputusan tersebut mempersulit untuk memantapkan bagaimana keputusan-keputusan manajerial agar dapat tanggap secara terarah bagi outcomes. Sebagai tambahan, kepemilikan saham (kompensasi insentif jangka panjang) membuat para manajer lebih dapat lebih mudah membujuk untuk mengubah-ubah pasar yang menjadikan pengendalian parsial mereka. Sistem-sistem insentif tidak menjamin bahwa para manajer membuat keputusan-keputusan yang “benar”, tetapi mereka meningkatkan kemunkinan (likelihood) bahwa para manajer akan melakukan sesuatu bagi balasjasa yang diberikan kepada mereka.
    4.Struktur Keorganisasian Divisional Mekanisme penguasaan melalui struktur keorganisasian mutidivisional bergantung pada: Desain untuk kendali yang mengajarkan peluang-peluang manajerial. Kantor perusahaan dan dewan memantau keputusan-keputusan strategik para manajer. Kepentingan manajerial ditingkatkan dalam memaksimumkan kesejahteraan. Struktur organisasi bentuk-M tidak perlu terbatas pada tindakan-tindakan swa-layan para manajer tingkat perusahaan. Hal ini bisa membimbing untuk agak memperbesar penguasaan daripada tanpa diversifikasi. Diversifikasi lini produk secara luas membuat mekanisme penguasaan sulit bagi para manajer level-puncak untuk mengevaluasi keputusan-keputusan strategik ata para manajer divisional.
    Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi, maka logis jika strategi dan strutur terkait erat. Lebih tepatnya struktur harus mengikuti strategi.
    5.Pasar bagi Pengendalian Perusahaan Governance mechaniusm o market for corporate control meliputi operasi-operasi, dan tindakan-tindakan. Melalui operasi-operasi ketika penampakan risiko perusahaan atas pengambil-alihan ketika mereka beroperasi tidak efisien. Tahun tahun 1980-an menunjukkan pasar aktif bagi pengendalian perusahaan, secara meluas sebagai suatu hasil atas memungkinkan pengelompokkan atas modal (junk bonds). Beberapa perusahaan mulau untuk mengoperasikan secara lebih efisien sebagai hasil atas “kendala” pengambil-alihan, meskipun terjadi secara tiba-tiba atas pengambil-alihan yang secara relatif tidak berperasaan. Kemudian dibuat perubahan-perubahan dalam regaulasi yang telah membuat kesulitan pengambil-alihan yang tidak berperasaan. Mekanisme penguasaan pasar bagi pengendalian perusahaan melalui tindakan-tindakan sebagai suatu sumber penting atas disiplin sepanjang manajerial yang tidak-kompeten dan boros.

    III.4 Implementasi Strategi PT. Infomedia Nusantara
    Sesuai dengan strategi dan manajemen strategi PT.Infomedia nusantara ada beberapa syarat untuk pencapaian yang dengan tujuan awalnya untuk menjadikan perusahaan selalu mampu bersaing dengan mitra bisnisnya secara baik internal maupun eksternal.
    1. Commitment to long term
    (Dalam melakukan sesuatu tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang)
    PT. Infomedia Nusantara bergerak tidak hanya berorientasi pada jangka pendek, tapi juga memperhatikan kelangsungan perusahaan dalam jangka yang panjang. Setiap aspek diperhatikan untuk keberhasilan dan konsistensi perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci),yaitu:
     Target yang stretch (tidak hanya dirasakan pada jangka pendek tetapi juga jangka panjang).
     Hasil yang berkelanjutan.
     Terus bertransformasi
    2. Customer First
    (Selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal)
    Dalam hal ini perusahaan menjadi penyedia interface yang tidak mengenal batas perusahaan dengan pelanggannya. Intinya perusahaan menjadikan kepuasan dan loyalitas pelanggan sebagai sebuah prioritas yang berpengaruh pada peningkatan kinerja perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Membangun hubungan baik.
     Proaktif memenuhi kebutuhan pelanggan.
     Pelayanan lebih baik dari ekspektasi.
    3. Caring Meritocracy
    (Memberikan rewards dan consequences yang sesuai kinerja dan perilaku yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan aspek pembinaan dan pengembangannya)
    Rewards dan panishment diberlakukan disetiap unit perusahaan sehingga memberikan kontrol yang baik terhadap kemajuan perusahaan secara signifikan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Mencari feedback individual.
     Mengembangkan orang lain.
     Rewards/consequences sesuai kinerja.
    4. Co-creation of win-win partnership
    (Memperlakukan mitra bisnis sebagai rekanan yang setara)
    Dalam setiap industri, PT. Infomedia Nusantara senantiasa berusaha memenuhi harapan klien sesuai dengan karakter bisnis yang dimiliki, terutama dalam mengelola hubungan perusahaan dengan pelanggan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Proaktif menangkap peluang kemitraan.
     Kreatif bernegosiasi.
     Aktif mencari feedback dan mengelola kinerja mitra.
    5. Collaborative Innovation
    (Menghilangkan internal silos dan terbuka terhadap ide-ide dari luar)
    Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Membagi sumber daya.
     Mencari sumber daya dari pihak lain.
     Mempengaruhi lingkungan eksternal
    Berdasarkan hal tersebut diatas, PT Infomedia Nusantara menggunakan pendekatan Blue Ocean Strategy (BOS) dan Balanced Scorecard (BSC). BOS merupakan strategi bisnis yang digunakan untuk menemukan ruang baru dalam bisnis yang dapat meningkatkan efisiensi proses dan kinerja. BOS akan diintegrasikan dengan BSC yang akan menjawab setiap tantangan yang ada pada bisnis contact center yang dinamis, inovatif, dan terukur.
    Tantangan tersebut adalah bersaing di bisnis yang ketat dengan cara memberikan Service Level Agreements (SLA) yang berkualitas, meningkatkan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI), menekan biaya operasional dengan menghasilkan inovasi-inovasi dalam proses bisnis maupun teknologi
    yang dapat memberikan nilai bagi perusahaan dan bagi pelanggan yang berupa utilitas (manfaat) dan harga yang diberikan perusahaan kepada pelanggan. Komponen-komponen dalam contact center yang akan dipetakan dalam kurva BOS kemudian diintegrasikan ke dalam empat prespektif dalam BSC. Hasil dari integrasi tersebut akan menghasilkan kebutuhan bisnis mendatang. Kebutuhan bisnis yang dihasilkan dari BOS dan BSC tersebut akan di sesuaikan dengan aktifitas-aktifitas bisnis yang ada pada Infomedia yang selanjutnya menghasilkan portofolio aplikasi. Portofolio aplikasi tersebut diharapkan dapat menunjang strategi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ada. Selain itu target dan pengembangan SI/TI dapat terarah sesuai dengan kebutuhan operasional sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan contact center yang ada di Indonesia. Kebutuhan bisnis yang dihasilkan dari BOS dan BSC tersebut akan di sesuaikan dengan aktifitas-aktifitas bisnis yang ada pada Infomedia yang selanjutnya menghasilkan portofolio aplikasi. Portofolio aplikasi tersebut diharapkan dapat menunjang strategi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ada. Selain itu target dan pengembangan SI/TI dapat terarah sesuai dengan kebutuhan operasional sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan contact center yang ada di Indonesia.

Makalah E-Bisnis

Lanjutkan Membaca >>

E- commers
Dalam terjemahan bahasa Indonesianya, e-commerce adalah perdagangan elektronik, yang artinya penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputerainnya. Perdagangan elektronik ini dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitang dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (Supply Chain Management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (Online Transaction Processing), pertukaran data eletronik (Electronic Data Interchange / EDI), DLL.

Bentuk E-commerce dan E-business
 Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis,. E-commerce penjual dan pembelinya adalah organisasi/perusahaan pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama.
 Business to Consumer (B2C) B2C dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik di mana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah Amazon.comE-commerce yang penjualnya adalah perusahaan, dan pembelinya adalah perorangan merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer Dan sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server

Lima prinsip dari E-commerce, yaitu :
 Kredibilitas. Anda memiliki kredibilitas bisnis yang tak diragukan lagi. Dari isi atau konten web atau blog anda, pengunjung bisa menangkap hal itu.
 Keahlian. Orang akan lebih mudah membeli pada orang yang ahli di suatu bidang. Keahlian itu yang membuat orang yakin bahwa apa yang anda tawarkan adalah solusi yang tepat baginya.
 Bukti. Orang-orang suka melihat bukti. Mereka akan lebih mudah percaya jika ada bukti yang anda sodorkan. Bukti seperti hasil dari efek produk anda, testimoni, atau bahkan foto bukti resi pengiriman jika anda berjualan produk fisik bisa anda tampilkan di situs web anda.
Lanjutkan Membaca >>

MANAJEMEN STRATEGI PART II

sedikit ilmu semoga bermanfaat dan mohon maaf jika sedikit banyak keliruan, penjelasan mengenai proses strategi perusahaan dan bagaimana efektifitas perusahaan dalam mempimplementasikan strategi.

klik disini untuk mengunduh file tersebut:

PROSES STRATEGI DAN IMPLEMENTASI STRATEGI  

MANAJAMEN STRATEGI PART I

PT.NESTLE INDONESIA

Sekilas tentang Nestle Nestle adalah sebuah perusahaan makanan-minuman yang bermarkas di kota Vevey, Swiss. Nestle mendunia melalui beragam produk seperti air mineral, kopi, produk susu dan makanan bayi. Didirikan tahun 1866, nama nestle diambil dari nama seorang ahli farmasi yang berhasil menciptakan produk makanan berbasis susu khusus bayi yang kesulitan mengkonsumsi ASI yaitu Henry Nestle.
a. Pasar primer Konsumen Nestle merupakan perusahaan yang menjamah konsumen dari segala usia.
b. Spesifikasi Produk Dasar Nestle memproduksi makanan dan minuman yang berkontribusi terhadap kesehatan. Nestle Research Center menyatakan bahwa dari hasil penelitian gizi , makanan yang baik adalah makanan yang aman dan memiliki kualitas yang optimal untuk pertumbuhan. Nestle pun menawarkan rasa yang luar biasa dan aman untuk di konsumsi setiap saat. Harga yang diberikan pun bisa di jangkau oleh masyarakat luas. Selain itu, produk yang dihasilkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen yang tidak dapat didapat dari produk lainnya.
c. Teknologi Untuk menghasilkan makanan yang baik, perusahaan memerlukan teknologi yang canggih. Nestle pun memiliki tempat penelitian yang bernama Nestle Research Center yang menggunakan teknologi mutahir untuk menguji makanan dan minuman yang bergizi dan aman dikonsumsi masyarakat luas.
d. Visi Perusahaan Makanan yang baik adalah sumber utama dari kesehatan yang baik sepanjang hidup. Nestle berusaha keras untuk memproduksi makanan yang aman, berkualitas tinggi, dan memberikan gizi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Selain Gizi, Kesehatan dan Pendidikan, produk Nestle membawa konsumen pada bahan vital rasa dan kesenangan. Sebagai konsumen diharapkan untuk terus membuat pilihan mengenai makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Nestle membantu memberikan pilihan untuk semua selera individu dan preferensi gaya hidup. Penelitian adalah kunci bagian dari Nestle dan merupakan elemen penting dari masa depan kita. Masih banyak kita temukan peran makanan yang sehat dalam hidup kita, dan kita terus mencari jawaban untuk membawa konsumen ke Good Food for Good Life.

II.Strategi dan Taktik
Secara umum strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu atau bersifat long term. Sedangkan taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang mempunyai rentang waktu yang relatif pendek. Dari definisi tersebut, strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat. Dan dalam konteks perusahaan Nestle, strategi ini merupakan penjabaran dari visi dan misi Nestle yang telah disebutkan diatas. Strategi merupakan breakdown dari misi dan berupa penjelasan bagaimana caranya agar misi dapat terlaksana dengan baik.

III.Implementasi Manajemen Strategi dan Taktik
Keunggulan Bersaing Nestle
Untuk membedakan apa yang ditawarkan perusahaan Nestle, sejak tahun ini Nestle mulai serius mengembangkan model bisnis popularly positioned products (PPPs) yang merupakan strategi yang bersaing pada biaya. Kendati tersedia pasar besar dan sumber daya alam melimpah, investor makanan dan minuman tak cukup hanya mengandalkan modal dan nama besar, sehingga untuk tetap mempertahankan bisnisnya perusahaan harus dapat memahami karakter pasar. PPPs adalah produk Nestle yang menyasar konsumen berpenghasilan rendah. Namun meski harganya relatif miring, Nestle tidak akan mengabaikan kandungan dan kualitas gizi. Produk Nestle yang masuk kategori ini adalah Susu Nestle Ideal dan Sereal Koko Krunch. Nestle meneruskan strategi ini karena pasar ternyata antusias menyerap produk ini. Buktinya pada tahun 2010, pendapatan dari total penjualan produk PPPs mencapai sepertiga dari total pejualan produk Nestle Indonesia. Pertumbuhan penjualan produk PPPs secara regional juga terus meningkat. Total penjualan PPPs Nestle di negara berkembang mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 72 triliun pada tahun 2009. Kontribusinya cukup besar terhadap total penjualan sluruh produk Nestle di negara-negara berkembang yang mencapai US$ 33 miliar atau sekitar Rp 297 triliun.

b. produk-produk nestle dan strategi operasinalnya

adapun produk-produk yang dihasilkan nestle adalah sebagi berikut: 1. 1. Aneka kembang gula dan coklat Yang terkenal dengan nama permen FOXS. PT. NESTLE Indonesia pada penghasil kembang gula dan coklat terletak di kota tanggerang, banten.
2. Kopi dan Minuman Salah satu produk kopi dan minuman nestle yang terkenal di indonesia adalah kopi dengan jenis “NESCAFE”. Untuk produk kopi sendiri terletak di kota lampung, panjang factory.
3. Nutrisi untuk anak Dalam bidang ini,
adalah salah satu sumber profit terbesar dari perusahaan nestle. Hampir 40% dari seluruh jenis produk yang dihasilkan adalah susu. Untuk produk susu sendiri, nestle mencari lokasi di pasuruan, jawa timur dengan sebutan kejayan factory. Karena petani susu terbaik dan terbesar terletak di kta tersebut. Produk susu DANCOW pun menjai pilihan besar sebagian masyarakat indonesia, dibaningkan engan produk susu lainnya. Untuk strategi operasionalnya sendiri, mulai dari perencanaan hingga pemasarannya, Nestle menggunakan strategi line extension. Proses line extension yang terjadi pada Nestle DANCOW pertama-tama ialah melihat apakah perluasan lini tersebut sesuai dengan citra dari Nestle DANCOW itu sendiri yaitu sebagai expert dalam nutrisi khususnya dalam susu, dan sebagai partner orang tua. Langkah selanjutnya adalah melihat opportunity bagi Nestle DANCOW. Kemudian mencari tahu bagaimana rasa yang tepat untuk masyarakat Indonesia. Setelah itu harga juga harus diperhatikan agar sesuai dengan segmentasi yang ingin dituju. Langkah selanjutnya bagaimana dengan packaging produk perluasan lini tersebut. Dan yang terakhir bagaimana memasarkan produk perluasan lini tersebut agar sampai kepada segmentasi yang dituju. Nestle DANCOW melakukan strategi line extension agar dapat terus berkembang dan untuk terus memberikan apa yang konsumen inginkan. Selain agar bisnis DANCOW terus berkembang, strategi ini juga diharapkan dapat mempertahankan Nestle DANCOW sebagai market leader. Terakhir, berdasarkan hasil penelitian, Pemasaran yang dilakukan Nestle DANCOW terhadap produk lininya bermacam-macam seperti mengadakan kompetisi jingle, lalu caravan gizi DANCOW, hingga ke posyandu tergantung dengan segmentasi yang dituju oleh produk tersebut karena segmentasi dari produk-produk DANCOW berbeda-beda setiap sub-brandnya hal ini yang membuat Nestle DANCOW membedakan strategi pemasarannya ke tiap-tiap sub-brandnya. Jadi Nestle DANCOW terjun langsung ke segmen yang ingin dituju sesuai dengan sub-brandnyale.
4. Makanan Pendamping ASI Banyak jenis produk Nestle yang berupa makanan pendamping asi dan salah satu menjadi favorit konsumen di indonesia adalah nestle CERELAG.
5. Sereal Sarapan Nestle KOKO KRUNCH adalah salah satu produk makanan neste yang mendapat penghargaan besar konsumen Indonesia Produk Kuliner Bear Brand yang terkemas dalam satuan kaleng juga kini telah menjadi produk andalan Minuman Siap Minum Minuman susu kaleng milo adal
ah salah sat produk minuman siap minum nestle yang juga sudah dapat perhatian masyarakat. Selain itu terdapat juga produk susu bantal yang diproduksi siap untuk diminum.
6. Healt Care Nestle juga berinovasi dengan produk-produk untuk menjaga kesehaatan maupun perawatan produk tersebut antara lain adalah :
Nutren diabets Nutren optimun Nestle peptamen Nutren fiber c. Pengelolaan kualitas Pada Nestle, kualitas melampaui produk itu sendiri. Seluruh dunia dan seluruh merek nestle, terlihat dalam berbagai inisiator sosial dan lingkungan yang bersama-sama membuat perbedaan cukup. Sebenarnya, adalah bagaimana kita selalu melakukan bisnis di nestle dan merupadakan bagian dari apa yang kita sebut menciptakan shared value. Dengan fokus pada gizi,air dan pembangunan pedesaan, nestle bekerja untuk sumber pembuatan dan paket produk nestle ddengan cara-cara bertanggung jawab dan menikmati produk-produk nestle. Nestle bertujuan untuk membuat hidup konsumen lebih menyenangkan karena produk nestle tidak hanya rasa lebih baik, tetapi mereka juga lebih bergizi. d. Strategi Proses Nestle menggunakan strategi fokus mass customization. Strategi ini merupakan strategi pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan murah. Nestle telah menunjukkan bahwa penggunaan mass customiztion dapat memberikan imbalan yang besar. Lebih dari 100 jenis produk nestle yang dihasilkan mendapatkan respon yang baik dari konsumen. Strategi ini di ciptakan dengan maksud untuk lebih banyak lagi menarik perhatian konsumen. Dengan menciptakan berbagai macam jenis produk dengan jumlah yang tinggi. Alasan dasar penerapan srategi ini adalah konsumen memilik permintaan yang tiak tetep. Selera pasar selalu berubah-ubah sehingga setiap perusahaan harus dapat menyesuaikan produk yang harus dihasilkan dengan selera pasar. Nestle adalah perusahaan makanan terbesar diseluruh dunia dengan ribuan macam produk dan unit bisnis dn lebih dari 84 negara. Nestle menerapkan strategi manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi, dengan mendegelasikan otoritas pengambilan keputusan dimasing-masing unit bisni sehingga keputusan keputusan yang dibuat sesuai dengan kondisi di masing-masing negara. Adapun taktik yang digunakan nestle untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar adalah: Mengubah staf yang ada (menambah dan mengurangi jumlah karyawan) Perusahaan raksasa makanan bernutrisi nestle memiliki rahasia yang unik dalam rekruitmen karyawannya. Strategi rekruitmen nestle adalah memastikan para kandidat yang akan bergabung setia menunggu pada tahun berikutnya ketika lowongan pada posisi telah tersedia. Menyesuaikan peralatan dan proses, meliputi pembelian mesin tambahan, atau menjual atau menyewakan peralatan yang ada Memperbaiki metode untuk meningkatkan hasil produksi Mendesain ulang produk untuk meningkatkan hasil produksi