Archive for the ‘MANAJEMEN DAN BISNIS’ Category

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI PART III

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI
PART III
“Visi,Misi,Tujuan dan Sasaran Mutu serta bagaimana perusahaan implementasi Manajemen strategi”

logo narotama
UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

Nama : Wigita Melyanti
Nim : 01112006
Fakultas : Ekonomi – Akuntansi

I. Pengertian Visi
Menurut Wibisono (2006, p. 43), visi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan. Atau dapat dikatakan bahwa visi merupakan pernyataan want to be dari organisasi atau perusahaan. Visi juga merupakan hal yang sangat krusial bagi perusahaan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
Dalam visi suatu organisasi terdapat juga nilai-nilai, aspirasi serta kebutuhan organisasi di masa depan seperti yang diungkapkan oleh Kotler yang dikutip oleh Nawawi (2000:122), Visi adalah pernyataan tentang tujuan organisasi yang diekspresikan dalam produk dan pelayanan yang ditawarkan, kebutuhan yang dapat ditanggulangi, kelompok masyarakat yang dilayani, nilai-nilai yang diperoleh serta aspirasi dan cita-cita masa depan.
Visi yang efektif antara lain harus memiliki karakteristik seperti :
1. Imagible (dapat di bayangkan)
2. Desirable (menarik)
3. Feasible (realities dan dapat dicapai)
4. Focused (jelas)
5. Flexible (aspiratif dan responsif terhadap perubahan lingkungan)
6. Communicable (mudah dipahami)

Visi bagi organisasi atau perusahaan dapat digunakan sebagai:
1. Penyatuan tujuan, arah dan sasaran perusahaan
2. Dasar untuk pemanfaatan dan alokasi sumber daya serta pengendaliannya
3. Pembentuk dan pembangun budaya perusahaan (corporate culture)

II. Pengertian Misi
Menurut Prasetyo dan benedicta (2004:8), Di dalam misi produk dan jasa yangdihasilkan oleh perusahaan, pasar yang dilayani dan teknologi yang digunakanuntuk memenuhi kebutuhan pelanggan dalam pasar tersebut. Pernyataan misiharus mampu menentukan kebutuhan apa yang dipuasi oleh perusahaan, siapayang memiliki kebutuhan tersebut, dimana mereka berada dan bagaimana pemuasan tersebut dilakukan.
Menurut Drucker (2000:87)
Pada dasarnya misi merupakan “alasan mendasar eksistensi suatu organisasi”. Pernyataan misi organisasi,terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akanmenjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya.
Menurut Wheelen sebagaimana dikutip oleh Wibisono (2006, p. 46-47) Misi merupakan rangkaian kalimat yang menyatakan tujuan atau alasan eksistensiorganisasi yang memuat apa yang disediakan oleh perusahaan kepada masyarakat, baik berupa produk ataupun jasa. Tujuan dari pernyataan misi adalah mengkomunikasikan kepada stakeholder, di dalammaupun luar organisasi, tentang alasan pendirian perusahaan dan ke arah mana perusahaan kan menuju. Oleh karena itu, rangkaian kalimat dalam misi sebaiknyadinyatakan dalam satu bahasa dan komitmen yang dapat dimengerti dan dirasakanrelevansinya oleh semua pihak yang terkait.
Langkah penyusunan misi yang umum dilakukan oleh organisasi atau perusahaanadalah dengan mengikuti tahap-tahap berikut ini:
1. Melakukan proses brainstorming dengan mensejajarkan beberapa katayang menggambarkan organisasi
2. Penyusunan prioritas dan pemfokusan pada kata-kata yang paling penting
3. Mengkombinasikan kata-kata yang telah dipilih menjadi kalimat atau paragraf yang menggambarkan misi perusahaan
4. Mengedit kata-kata sampai terdengar benar atau sampai setiap orangkelelahan untuk adu argumentasi berkaitan dengan kata atau fase favoritmereka.

Untuk menjamin bahwa misi yang telah dicanangkan merupakan sebuah misiyang bagus, misi tersebut harus:
1. Cukup luas untuk dapat diterapkan selama beberapa tahun sejak saatditetapkan
2. Cukup spesifik untuk mengkomunikasikan arah
3. Fokus pada kompetensi atau kemampuan yang dimiliki perusahaan
4. Bebas dari jargon dan kata-kata yang tidak bermakna.

III. Hubungan antara perumusan visi,misi, dan strategi perusahaan

Setelah Visi dan Misi dirumuskan maka seluruh strategi perusahaan harus mengacu pada Visi dan Misi tersebut dan tidak boleh di balik, strategi lebih dulu disusun dan dilanjutkan dengan visi. Sebab hal ini di khawatirkan stratgei tidak akan menjadi efektif karena komitmen dan arah tujuan seluruh orang dalam perusahaan berbeda dan berkota-kota dalam functional structure. Dalam mengkomunikasi visi dan misi peran leadship sangat menentukan. Menurut Davidson (1995:75) peran leadership dalam mengkomunikasikan visi dan misis dapat melalui:
1. Education ( menumbuhkan pemahan terhadap visi)
2. Motivation (menumbuhkan kemauan dari dalam diri pegawai-self motived workforce – untuk berpelikau sesaui dengan tujuan perusahaan)

Davidson (1995:75) menambahkan ada 7 elemen kunci yang apat igunakan untuk meningkatkan efektitas komunikasi visi (effectve communication of vision) anatara lain:
1. Simplicity ( visi sebaikanya dituliskan secara sederhana sehingga mudah komunikasi kepada semua orang baik secara internal maupun eksternal perusahan).
2. Metaphor, analogy dan example ( visi dapat secara sederhana di tuliskan melali kata-kata bersifat melalui kata-kata bersifat kiasan, analogi dan contoh agar visi dapat lebih mudah di komunikasikan).
3. Multiple forum (mengkomunikasikan visi dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain dapat melalui rapat besar, memo surat kabar, poster dan pembicaraan informasi lainnya).
4. Repetition ( visi akan dapat meresap dan dipahami secara mendalam biasanya setelah para pegawai mendengarkan visi tersebut berulang kali).
5. Leadership by example ( mengkomunikasikan visi akan leboh efektif jika dilakukan dengan adanya kesamaan anatara perkataan dan perilaku atasan).
6. Give and take ( mengkomunikasian visi akan lebih efektif apabila penyampaiannnya dilakukan dengan dua arah.

IV. Pandangan umum Visi Misi Terhadap Manajemen Strategi

Manajemen stratgei didefisinikan sebagai kumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilakn perumusan dan pelaksanaan rencana-rencana yang di rancang untuk mencapai sasaran perusahaan ini terdiri dari beberapa hal penting:
1. Merumuskan misi perusahaan, meliputi rumusan umum tentang maksud keberadaan, filosofi, dan tujuan.
2. Mengembangkan profil perusahaan yang mencerminkan kondisi intern dan kapabilitasnnya.
3. Mengevaluasi keberhasilan proses stratgei sebagai masukan bagi pengambilan keputusan yang akan datang.
4. Mengimplementasikan pilihan strategi dengan cara mengalokasikan sumber daya anggaran yang menekankan pada kesesuaian antara tugas, SDM, struktur, teknologi dan sistem imbalan.
5. Memilih seperangkat sasaran jangka panjang da stratgei umum yang akan mencapai pilihan yang akan dikehendaki.

V. Latar Belakang PT. Infomedia Nusantara

Pada awal tahun 1975 perjalanan usaha PT.Infomedia Nusantara menjadi peusahaan penyedia jasa layanan informasi. Seiring berjalannya waktu dan berkembang PT.Infomedia Nusantara mempunyai 2 pilar bisnis yaitu :
1. Layanan digita media richconten (DMRC)
2. Layanan Busines Protec Outsorching (BPO)
Dalam pengenalan contact center dan dimaksud dengan layanan contact center bagian produk jasa untuk ditawarkan di dalam pilar OC dan Os. Produk ini menyediakan jasa outsorcing untuk aktifitas inbound dan outbound dengan memanfaatkan teknologi komunikasi terfokus misalnya seperti telepon,email,waktu,dll. Layanan Direktori merupakan pilar pertama yang akan menjadi bukti kematangan usaha Infomedia dalam bisnis jasa penyedia informasi melalui penerbitan Buku Petunjuk Telepon (BPT), baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.
PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan contact center sebagai salah satu core bisnis yang di jalankan. Sama halnya dengan layanan contact center lainnya, Infomedia menyediakan insfrastruktur dan teknologi, tenaga kerja. PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan di bidang contact center dan periklakan. PT Infomedia sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan bisnis dengan proses dalam penerapan customes relationship Management (CRM) sesai dengan perjanjian PT Infomedia Nusantara. Beberapa saham yang ada di Infomedia ini sebanyak 51% saham dimiliki langsung oleh Telkom, dan sisanya 49% dimiliki oleh pelaku bisnis lainnya. Dalam layanan contact centernya PT. Telkomunikasi Indonesia Tbk, (Telkom) merupakan salah satu perusahaan yang mempercayakan contact center-nya untuk dikelola oleh Infomedia sebagai anak perusahaannya.
Contact Center Services yang dikelola Infomedia untuk Telkom adalah contact center 108 untuk informasi nomor telepon, contact center147 untuk menangani keluhan serta memberikan informasi terhadap seluruh produk yang dimiliki oleh Telkom kepada pelanggannya, dan contact center TAM (Teletama Acount Management) menangani tentang segala informasi produk telkom yang ada, serta Infomedia sendiri juga ada bebetapa layanan contact center selain milik telkom.
Di Indonesia Contact Center Telkom dibagi menjadi beberapa regional yaitu : area Medan untuk melayani pelanggan Telkom wilayah Sumatra, area Jakarta untuk melayani pelanggan wilayah Jakarta, Jawa Barat, untuk area Surabaya melayani pelanggan wilayah,Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur. Saat ini setiap area menerapkan kebijakan dan sistem operasionalnya sendiri-sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada setiap area. Infomedia area Surabaya merupakan salah satu area yang melayani wilayah yang besar. Oleh karena hal tersebut penyediaan layanan contact center yang dibangun untuk Telkom benar-benar memerlukan strategi yang tepat di semua bidang. Ward dan Peppard mengatakan, untuk mendukung strategi bisnis suatu perusahaan diperlukan strategi sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI). Hal ini sejalan dengan kebutuhan SI/TI yang harus disediakan untuk contact center Telkom sangat besar mulai dari perangkat dan aplikasi yang digunakan.Berkembangnya CRM di bidang contact center yang ada menimbulkan banyak organisasi yang bergerak dalam bisnis ini sehingga persaingan dalam bisnis ini semakin ketat. Hal ini juga didukung dengan adanya penghargaanpenghargaan yang diberikan kepada contact center dengan penilaian tertentu sehingga dengan memperoleh penghargaan-penghargaan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sebuah perusahaan contact center yang juga akan berpengaruh terhadap pelanggan. Nilai tambah yang lain adalah kepercayaan masyarakat terhadap Infomedia juga akan bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan. Perusahaan Infomedia Nusantara ini selain terdapat Layanan Contact Center, dan juga menyediakan jasa outsourcing untuk aktivitas pemasaran maupun peningkatan kualitas layanan hubungan antara mitra Infomedia dengan pelanggannya. Layanan Konten yang terfokus pada penyediaan data sesuai dengan kebutuhan mitra dan pelanggan.

VI. Visi Infomedia Nusantara

“ To become the regional leader in integrated information service and digital media solution”
Analisis visi :
Dari penjabaran visi di atas dapat di tarik kesimpulan bawa perusahaan Infomedia Nusantara ini menjadi perusahaan layanan contact center yang berbasis informasi, digital dan menggunaan beberapa media guna untuk memecahkan suatu solusi yang pelanggan sering keluhkan, dan perusahaan Infomedia Nusantara ini juga mempunyai visi untuk memimpin perusahaan cantact center di kawasan regional dan sekitarnya.
VII. Misi Infomedia
“To be the industri role mode in the information,media and content business by creating values to stakholder”
Analisi Misi :
Perusahaan akan menjadi media informasi di kalangan masyarakat dengan berbagai kebutuhan dan fasilitas yang ada dan membuat perusahaan di bidang jasa ini dapat menjadi perusahaan yang berguna untuk kedepannya.

VIII. Kebijakan dan Sasaran Mutu Contact Center PT.Infomedia Nusantara
a. Kebijakan Mutu
“ Memberikan layanan Contact Center terbaik bagi penggunanya dalam rangka pencapaian kepuasan dan loyalitas dari pelanggan agar mejadi perusahaan layanan contac center yang dapat dibanggakan”
Analisis :
– Perusahaan tersebut mempunyai kebijakan-kebijakan dalam operasional dan berhubungan dengan pelanggan, maka dari kebijakan tersebut guna meningkatkan kwalitas karyawan dalam menghandel pelanggan sehingga pelanggan merasa puas terhadap jawaba-jawaban yang sesuai dengan prosedur.
b. Sasaran Mutu
 Abandon : 1%
( jumlah rata-rata call yang tidak terjawab)
 Service Level by telkom : 80% per 20 detik
(jumlah call yang harus di jawab dalam 20detik)
 First Call Resolution
(pemberia keakuratan dalam 1 kali panggilan)
 Down Time : 15 menit dalam 1bulan
(kerusakan pada sistem PABX dalam 1bulan)
 Avarage Speed Answer : 5detik
(rata-rata waktu sahut)
 Custamer Statification Index by telkom : 83%
(kepuasan pelanggan yang dinilai dari telkom)
IX. Kesimpulan
Dari penjelasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa pelanggan menjadi hal utama untuk perkembangan di bidang contact center ini. Perusahaan selalu memberikan terobosan-terobosna baru menghuba standrat pelayanan atau parameter terbaru guna meningkatkan kwalitas dan kwantitas perusahaan. Pelanggan dalam hal ini konsumen tersebut berhak untuk memberikan masukan kepada perusahaan agar perusahaan tersebut dapat terus selalu ada untuk kepentingan konsumen juga. Strategi perusahaan dalam ini hal ini untuk selalu konsumen percaya terhadap pelayanan dari infomedia nusantara tersebut dan apa yang konsumen inginkan.
Implementasi strateginya adalahnya banyaknya produk yang mempergunakan jasa contact center ini dapat mewakili apa yang pelanggan ingin dapatkan serta tanggapan tentang keluhan produk dari telkom tersebut. Telkom sendiri juga semaki banyak produk yang ada maka semakin banyak pula konsumen yang mempergunaka jasa contact center tersebut. Artinya dengan hal ini dukungan antara perusahaan dengan pelanggan harus saling mendukung satu sama lainnya karena dalam perusahaan contact center ini saling terkaitan satu sama lainnya.

Makalah E-Bisnis

Lanjutkan Membaca >>

E- commers
Dalam terjemahan bahasa Indonesianya, e-commerce adalah perdagangan elektronik, yang artinya penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputerainnya. Perdagangan elektronik ini dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitang dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (Supply Chain Management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (Online Transaction Processing), pertukaran data eletronik (Electronic Data Interchange / EDI), DLL.

Bentuk E-commerce dan E-business
 Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis,. E-commerce penjual dan pembelinya adalah organisasi/perusahaan pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama.
 Business to Consumer (B2C) B2C dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik di mana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah Amazon.comE-commerce yang penjualnya adalah perusahaan, dan pembelinya adalah perorangan merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer Dan sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server

Lima prinsip dari E-commerce, yaitu :
 Kredibilitas. Anda memiliki kredibilitas bisnis yang tak diragukan lagi. Dari isi atau konten web atau blog anda, pengunjung bisa menangkap hal itu.
 Keahlian. Orang akan lebih mudah membeli pada orang yang ahli di suatu bidang. Keahlian itu yang membuat orang yakin bahwa apa yang anda tawarkan adalah solusi yang tepat baginya.
 Bukti. Orang-orang suka melihat bukti. Mereka akan lebih mudah percaya jika ada bukti yang anda sodorkan. Bukti seperti hasil dari efek produk anda, testimoni, atau bahkan foto bukti resi pengiriman jika anda berjualan produk fisik bisa anda tampilkan di situs web anda.
Lanjutkan Membaca >>

MANAJAMEN STRATEGI PART I

PT.NESTLE INDONESIA

Sekilas tentang Nestle Nestle adalah sebuah perusahaan makanan-minuman yang bermarkas di kota Vevey, Swiss. Nestle mendunia melalui beragam produk seperti air mineral, kopi, produk susu dan makanan bayi. Didirikan tahun 1866, nama nestle diambil dari nama seorang ahli farmasi yang berhasil menciptakan produk makanan berbasis susu khusus bayi yang kesulitan mengkonsumsi ASI yaitu Henry Nestle.
a. Pasar primer Konsumen Nestle merupakan perusahaan yang menjamah konsumen dari segala usia.
b. Spesifikasi Produk Dasar Nestle memproduksi makanan dan minuman yang berkontribusi terhadap kesehatan. Nestle Research Center menyatakan bahwa dari hasil penelitian gizi , makanan yang baik adalah makanan yang aman dan memiliki kualitas yang optimal untuk pertumbuhan. Nestle pun menawarkan rasa yang luar biasa dan aman untuk di konsumsi setiap saat. Harga yang diberikan pun bisa di jangkau oleh masyarakat luas. Selain itu, produk yang dihasilkan dapat memuaskan kebutuhan konsumen yang tidak dapat didapat dari produk lainnya.
c. Teknologi Untuk menghasilkan makanan yang baik, perusahaan memerlukan teknologi yang canggih. Nestle pun memiliki tempat penelitian yang bernama Nestle Research Center yang menggunakan teknologi mutahir untuk menguji makanan dan minuman yang bergizi dan aman dikonsumsi masyarakat luas.
d. Visi Perusahaan Makanan yang baik adalah sumber utama dari kesehatan yang baik sepanjang hidup. Nestle berusaha keras untuk memproduksi makanan yang aman, berkualitas tinggi, dan memberikan gizi yang optimal untuk memenuhi kebutuhan fisiologis. Selain Gizi, Kesehatan dan Pendidikan, produk Nestle membawa konsumen pada bahan vital rasa dan kesenangan. Sebagai konsumen diharapkan untuk terus membuat pilihan mengenai makanan dan minuman yang mereka konsumsi. Nestle membantu memberikan pilihan untuk semua selera individu dan preferensi gaya hidup. Penelitian adalah kunci bagian dari Nestle dan merupakan elemen penting dari masa depan kita. Masih banyak kita temukan peran makanan yang sehat dalam hidup kita, dan kita terus mencari jawaban untuk membawa konsumen ke Good Food for Good Life.

II.Strategi dan Taktik
Secara umum strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu atau bersifat long term. Sedangkan taktik adalah cara pencapaian tujuan dalam tingkat operasional pelaksanaan yang mempunyai rentang waktu yang relatif pendek. Dari definisi tersebut, strategi dibedakan dengan taktik yang memiliki ruang lingkup yang lebih sempit dan waktu yang lebih singkat. Dan dalam konteks perusahaan Nestle, strategi ini merupakan penjabaran dari visi dan misi Nestle yang telah disebutkan diatas. Strategi merupakan breakdown dari misi dan berupa penjelasan bagaimana caranya agar misi dapat terlaksana dengan baik.

III.Implementasi Manajemen Strategi dan Taktik
Keunggulan Bersaing Nestle
Untuk membedakan apa yang ditawarkan perusahaan Nestle, sejak tahun ini Nestle mulai serius mengembangkan model bisnis popularly positioned products (PPPs) yang merupakan strategi yang bersaing pada biaya. Kendati tersedia pasar besar dan sumber daya alam melimpah, investor makanan dan minuman tak cukup hanya mengandalkan modal dan nama besar, sehingga untuk tetap mempertahankan bisnisnya perusahaan harus dapat memahami karakter pasar. PPPs adalah produk Nestle yang menyasar konsumen berpenghasilan rendah. Namun meski harganya relatif miring, Nestle tidak akan mengabaikan kandungan dan kualitas gizi. Produk Nestle yang masuk kategori ini adalah Susu Nestle Ideal dan Sereal Koko Krunch. Nestle meneruskan strategi ini karena pasar ternyata antusias menyerap produk ini. Buktinya pada tahun 2010, pendapatan dari total penjualan produk PPPs mencapai sepertiga dari total pejualan produk Nestle Indonesia. Pertumbuhan penjualan produk PPPs secara regional juga terus meningkat. Total penjualan PPPs Nestle di negara berkembang mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 72 triliun pada tahun 2009. Kontribusinya cukup besar terhadap total penjualan sluruh produk Nestle di negara-negara berkembang yang mencapai US$ 33 miliar atau sekitar Rp 297 triliun.

b. produk-produk nestle dan strategi operasinalnya

adapun produk-produk yang dihasilkan nestle adalah sebagi berikut: 1. 1. Aneka kembang gula dan coklat Yang terkenal dengan nama permen FOXS. PT. NESTLE Indonesia pada penghasil kembang gula dan coklat terletak di kota tanggerang, banten.
2. Kopi dan Minuman Salah satu produk kopi dan minuman nestle yang terkenal di indonesia adalah kopi dengan jenis “NESCAFE”. Untuk produk kopi sendiri terletak di kota lampung, panjang factory.
3. Nutrisi untuk anak Dalam bidang ini,
adalah salah satu sumber profit terbesar dari perusahaan nestle. Hampir 40% dari seluruh jenis produk yang dihasilkan adalah susu. Untuk produk susu sendiri, nestle mencari lokasi di pasuruan, jawa timur dengan sebutan kejayan factory. Karena petani susu terbaik dan terbesar terletak di kta tersebut. Produk susu DANCOW pun menjai pilihan besar sebagian masyarakat indonesia, dibaningkan engan produk susu lainnya. Untuk strategi operasionalnya sendiri, mulai dari perencanaan hingga pemasarannya, Nestle menggunakan strategi line extension. Proses line extension yang terjadi pada Nestle DANCOW pertama-tama ialah melihat apakah perluasan lini tersebut sesuai dengan citra dari Nestle DANCOW itu sendiri yaitu sebagai expert dalam nutrisi khususnya dalam susu, dan sebagai partner orang tua. Langkah selanjutnya adalah melihat opportunity bagi Nestle DANCOW. Kemudian mencari tahu bagaimana rasa yang tepat untuk masyarakat Indonesia. Setelah itu harga juga harus diperhatikan agar sesuai dengan segmentasi yang ingin dituju. Langkah selanjutnya bagaimana dengan packaging produk perluasan lini tersebut. Dan yang terakhir bagaimana memasarkan produk perluasan lini tersebut agar sampai kepada segmentasi yang dituju. Nestle DANCOW melakukan strategi line extension agar dapat terus berkembang dan untuk terus memberikan apa yang konsumen inginkan. Selain agar bisnis DANCOW terus berkembang, strategi ini juga diharapkan dapat mempertahankan Nestle DANCOW sebagai market leader. Terakhir, berdasarkan hasil penelitian, Pemasaran yang dilakukan Nestle DANCOW terhadap produk lininya bermacam-macam seperti mengadakan kompetisi jingle, lalu caravan gizi DANCOW, hingga ke posyandu tergantung dengan segmentasi yang dituju oleh produk tersebut karena segmentasi dari produk-produk DANCOW berbeda-beda setiap sub-brandnya hal ini yang membuat Nestle DANCOW membedakan strategi pemasarannya ke tiap-tiap sub-brandnya. Jadi Nestle DANCOW terjun langsung ke segmen yang ingin dituju sesuai dengan sub-brandnyale.
4. Makanan Pendamping ASI Banyak jenis produk Nestle yang berupa makanan pendamping asi dan salah satu menjadi favorit konsumen di indonesia adalah nestle CERELAG.
5. Sereal Sarapan Nestle KOKO KRUNCH adalah salah satu produk makanan neste yang mendapat penghargaan besar konsumen Indonesia Produk Kuliner Bear Brand yang terkemas dalam satuan kaleng juga kini telah menjadi produk andalan Minuman Siap Minum Minuman susu kaleng milo adal
ah salah sat produk minuman siap minum nestle yang juga sudah dapat perhatian masyarakat. Selain itu terdapat juga produk susu bantal yang diproduksi siap untuk diminum.
6. Healt Care Nestle juga berinovasi dengan produk-produk untuk menjaga kesehaatan maupun perawatan produk tersebut antara lain adalah :
Nutren diabets Nutren optimun Nestle peptamen Nutren fiber c. Pengelolaan kualitas Pada Nestle, kualitas melampaui produk itu sendiri. Seluruh dunia dan seluruh merek nestle, terlihat dalam berbagai inisiator sosial dan lingkungan yang bersama-sama membuat perbedaan cukup. Sebenarnya, adalah bagaimana kita selalu melakukan bisnis di nestle dan merupadakan bagian dari apa yang kita sebut menciptakan shared value. Dengan fokus pada gizi,air dan pembangunan pedesaan, nestle bekerja untuk sumber pembuatan dan paket produk nestle ddengan cara-cara bertanggung jawab dan menikmati produk-produk nestle. Nestle bertujuan untuk membuat hidup konsumen lebih menyenangkan karena produk nestle tidak hanya rasa lebih baik, tetapi mereka juga lebih bergizi. d. Strategi Proses Nestle menggunakan strategi fokus mass customization. Strategi ini merupakan strategi pembuatan produk dan jasa yang dapat memenuhi keinginan pelanggan yang semakin unik, secara cepat dan murah. Nestle telah menunjukkan bahwa penggunaan mass customiztion dapat memberikan imbalan yang besar. Lebih dari 100 jenis produk nestle yang dihasilkan mendapatkan respon yang baik dari konsumen. Strategi ini di ciptakan dengan maksud untuk lebih banyak lagi menarik perhatian konsumen. Dengan menciptakan berbagai macam jenis produk dengan jumlah yang tinggi. Alasan dasar penerapan srategi ini adalah konsumen memilik permintaan yang tiak tetep. Selera pasar selalu berubah-ubah sehingga setiap perusahaan harus dapat menyesuaikan produk yang harus dihasilkan dengan selera pasar. Nestle adalah perusahaan makanan terbesar diseluruh dunia dengan ribuan macam produk dan unit bisnis dn lebih dari 84 negara. Nestle menerapkan strategi manajemen kontrol sistem yang terdesentralisasi, dengan mendegelasikan otoritas pengambilan keputusan dimasing-masing unit bisni sehingga keputusan keputusan yang dibuat sesuai dengan kondisi di masing-masing negara. Adapun taktik yang digunakan nestle untuk menyesuaikan kapasitas dengan permintaan pasar adalah: Mengubah staf yang ada (menambah dan mengurangi jumlah karyawan) Perusahaan raksasa makanan bernutrisi nestle memiliki rahasia yang unik dalam rekruitmen karyawannya. Strategi rekruitmen nestle adalah memastikan para kandidat yang akan bergabung setia menunggu pada tahun berikutnya ketika lowongan pada posisi telah tersedia. Menyesuaikan peralatan dan proses, meliputi pembelian mesin tambahan, atau menjual atau menyewakan peralatan yang ada Memperbaiki metode untuk meningkatkan hasil produksi Mendesain ulang produk untuk meningkatkan hasil produksi

PENGANTAR BISNIS

TUGAS PENTAR BISNIS