Archive for the ‘Uncategorized’ Category

TUGAS ETIKA BISNIS KE-1

TUGAS ETIKA BISNIS

 

MERANGKUM BUKU ETIKA BISNIS PADA BAB I

 
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

OLEH :

WIGITA MELYANTI      01112006

 

DOSEN PEMBIMBING

HJ. I.G.A ATJU NITYA DHARMANI

 

 

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

TAHUN 2014

 

 

SAMPUL BUKU

DAFTAR ISI

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Pendahuluan

Salah satu dampak globlalisasi adalah adanya persaingan bisnis yang semakin ketat, yang ditandai oleh kegiatan bisnis yang tumbuh dan berkembang. Bisnis bisa dijalankan dengan cara berbeda antara suatu Negara atau organisasi atau perusahaan baik dari sisi budaya, politik, hukum, ekonomi, maupun sudut pandang.

Etika merupakan suatu keinginan yang murni daluatu cabang am membantu orang lain. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan antara alin yaitu pengendalian diri, pengembangan tanggung jawab social, mempertahankan jati diri, menciptakan persaingan yang sehat, menerapkan konsep pembangunan yang berkelanjutan, menghindari sikap 5k, mampu negatakan yang benar itu benar, dll.

 

  1. Etika

Secara etimologi kata etika berasal dari bahasa yunani yang dalam bentuk tunggal yaitu “ethos” yang berarti sikap, cara berfikir, watak kesusilaan atau adat.

Sedangkan etika sendiri merupakan suatu cabang ilmu filsafat, tujuannya adalah mempelajari perilaku, baik moral maupun immoral, dengan tujuan membuat pertimbangan yang cukup beralasan dan akhirnya sampai pada rekomendasi yang memadai yang dapat diterima secara umum.

Dalam teori etika terdapat etika deontologi, etika teleologi, etika hak dan etika keutamaan.

  • Etika, etiket, moral, hukum dan Agama.

III.1 persamaan dan perbedaan etika dan etiket

  1. Persamaan etika dan etiket
  • Keduanya menyangkut objek yang sama yaitu perilaku manusia
  • Sama-sama mengatur perilaku manusia secara normatif
  1. Perbedaan etika dan etiket
  • Etiket menanyangkut cara melakukan perbuatan sedangkan dengan etika menyangkut pilihan.
  • Etiket pelaku pada suatu kelompok tertentu etika perlaku dimana dan dikapan saja.
  • Etiket bersifat relative dan etika bersifat absolute
  • Etiket memandang manusia dari segi lahiriya saja.

Etika menyangkut manusia dari segi rohania.

 

III.2 Etika dan Hukum

hukum pada dasarnya tidak hanya mencakup ketentuan yang dirumuskan secara tertulis, tapi juga nilai-nilai konversi yang menjadi norma di masyarakat. Sedangkan etika lebih banyak mencakup ketentuan yang tidak tertulis.

III.3 Perbedaan Moral dan Hukum

Hukum bersifat obyektif dan moral bersifat subyektif, hokum hanya membatas ruang lingkupnya pada tingkah laku lahiriya , sedangkan moral menyangkup perilaku batinia.

 

III.4 Etika dan Agama

Etika mendukung keberadaan agama dimana etika sanggup membantu manusia dalam menggunakan akal pikiran dalam memecahkan masalah.

 

III.5 Etika dan Moral

Etika merupakan refleksi dari apa yang disebut dengan selfcontrol jadi etika lebih berkaitan dengan kepatuhan sementara moral lebih berkaitan dengan tindak kejahatan.

 

  1. Bisnis

Bisnis adalah kegiatan manusia dalam mengorganisasikan sumberdaya untuk menghasilkan dan mendistribusikan barang dan jasa guna memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat.

 

  1. Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan slah satu bagian dari prinsip etik yang diterapkandalam dunia bisnis. Istilah etika bisnis mengandung pengertian bahwa sebuah rentan aplikasi yang khusus mempelajari tindakan yang diambil oleh bisnis dan pelaku bisnis.

Etika bisnis dapat dibagi dalam dua pandangan yaitu

  1. Etika normatife
  2. Etika deskriptif

 

  1. Indikator Etika Bisnis

Beberapa indicator yang dipakai untuk menyarakan apakah seorang dan suatu perusahaan telah melaksanakan etika bisnis dalam kegiatan usahanya antara lain:

  1. Indikator ekonomi
  2. Indicator menurut peraturan khusus yang berlaku
  3. Indicator menurut hukum
  4. Indicator berdasarkan ajaran agama
  5. Indicator berdasarkan nilai budaya
  6. Indicator dari masing-masing pelaku bisnis.

TUGAS ETIKA BISNIS KE-3

TUGAS ETIKA BISNIS

 

MEMBANDINGKAN DAN MENGANALISA DUA IKLAN YANG SEJENIS BERDASARKAN ETIKA IKLAN

 

 

logo narotama

 

 

 

OLEH :

 

WIGITA MELYANTI      01112006

 

Dosen Pembimbing :

Hj. I.G.A atju nitya dharmani

 

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

TAHUN 2014

TUGAS ETIKA IKLAN

MEMBANDINGKAN DUA IKLAN YANG SEJENIS

Pada kasus berikut saya mengambil iklan mengenai produk gadget yaitu penjualan handphone. Dari kedua iklan sendiri tersebut terletak di tempat yang strategis. Akan tetapi penempatan iklannya lebih strategis untuk Iklan Samsung deket dengan Lampu Merah manyar samsat. Dimana orang akan mudah membacanya karena untuk menghilangkan rasa bosan menunggu Lampu Hijau untuk melanjutkan perjalananya. Sedangkan letak ilkan sony ericsson terletak di tempat yang tidak menjadi pemberhentian orang, hanya iklan tersebut lebih tinggi dari iklan yang lain jadi lebih terlihat jelas walaupun dari kejauhan dan ukurannya lebih besar.

Iklan yang saya ambil adalah iklan handphone dimana ini merupakan iklan yang bersifat Persuasif. Yaitu iklan tentang produk yang ada banyak mereknya akan memiliki unsur persuasif yang lebih menonjol,

Iklan adalah pesan singkat yang sifatnya membujuk/mendorong orang untuk melihat iklan tersebut karena pesan yang disampaikan secara singkat dengan menggunakan kata-kata ataupun tulisan yang menarik untuk dibaca/dilihat dan akhirnya pun khalayak akan tergiur untuk membaca barang/jasa yang diiklan kan itu. Apalagi ditambah dengan grafis-grafis yang bagus,unik,dan eye-catching bisa menjadi nilai plus untuk sebuah iklan itu sendiri.

IMG00040-20141225-1719

 

Analisis Iklan Samsung Galaxy V

Sumber foto : Lokasi Lampu Merah Samsat Manyar

Penggunaan Bahasa Dalam Iklan

  1. Dalam bentuk ukuran iklan reklame pada Samsung ini lebih besar di bandingkan dengan yang lain, namun untuk Samsung ini tertutup oleh pohon di depannya sehingga dapat menganggu jarak pandang pegguna jalan di sela-sela mereka menunggu lampu hijau. Meski dalam gambar beberapa ornament membuat masyarakat tertarik pada iklan reklame tersebut Sesuai dengan pengertian iklan yaitu Segala bentuk pesan yang disampaikan oleh suatu media yang dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal, serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh masyarakat (PPPI). Sehingga iklan tersebut dibuat sesimpel mungkin untuk menghemat biaya atau sesuai dengan budget dari perusahaan.
  2. Bahasa yang digunakan adalah Inggris akan tetapi kata “BENERAN ”, untuk dalam segi bahasa, yang dapat artikan disini adalah membuat orang tertarik dan membuktikannya untuk menjadi nyata. Namun untuk tulisan yang lain yang tidak terlihat membuat orang tidak mengerti apa arti kata “beneran” tersebut dan membuat orang tidak mengerti arti ajakan iklan yang seseugguhnya. Seharusnya dalam sisi iklan tersebut di baik menutupi dan tidak di buat secara besar tulisannya agar orang dapat melihat secara jelas arti ajakan tersebut Atau memang dibuat seperti itu iklannya karena segmentasi dari pemasarannya adalah orang menengah keatas atau kalangan orang-orang senang dengan fasilitas gadget. Sehingga mungkin akan membuat orang lebih tertarik dan menunjukkan handphone yang dapat dijangkau namun berkwalitas tinggi.

 

  1. Informasi tentang harga dan fasilitas yang ditawarkan tercantum dalam iklan Samsung tersebut, dan iklan tersebut di tulis hanya “1.199.999”. Di mana diiklan ini menjelaskan bahwa dengan nominal yang minim dapat bisa membeli handphone setara dengan galaxy note dan Samsung galaxy pada umumnya yang di atas galaxy V ini tidak terkecuali adalah fasilitas dan penggunaannya hal yang sama.

 

 

IMG_20150106_201143

 

 

ANALISIS IKLAN SONY ERICSOON

Sumber Foto : Di air mancur bundaran jalan pemuda menuju sudirman

Iklan sony ericsoon merupakan Iklan yang bersifat persuasive dimana iklan tersebut berusaha mempersuasif khalayak untuk membeli Handphone dengan cara menginformasikan keistimewaan yang dimiliki produk ini.

Dilihat dari bahasa yang digunakan iklan Sony ericsoon kurng jelas untuk masalah harga karena sony ericsoon tersebut tidak menampilkan harga untuk handphone tersebut melainkan hanya menampilan ecanggihan pada handphone tersebut. Dan untuk lokasi yang pada iklan tersebut menurut saya kurang sangat strategis karena meski banyak pengendara yang melewati jalan tersebut sangat minim untuk pengendara melihat keatas meski iklan tersebut sangat besar dan lebar. Dan untuk bahasa sendiri yang digunakan untuk iklan adalah bahasa inggris yang mungkin sedikit banyak yang mengetahui tentang arti kata tersebut, seharusnya pada di tengah kota tersebut digunakan bahasa yang sesaui dengan kita dan keseharian kita agar dapat lebih mudah orang mengingat handphone tersebut pada iklan reklame yang da di jalan pemuda itu. Pada type handphone ini yang ada sony ericsoon z3 yang keluaran terbaru sehingga kecanggihan yang ada di iklan yang lebih di tonjolan dari pada harga yang lumayan untuk kalangan atas.

Alangka lebih baik bila di tempatkan di depan lampu merah agak jauh sedikit tetapi letaknya cukup tinggi mungkin akan lebih menarik lagi.

Untuk gambar dan kata-kata pada iklan tersebut kurang sangat membuat tertarik pada orang dan masyarakat yang melintas walau pada iklan reklame tersebut berkapasitas yang sangat besar.

 

 

Kesimpulan :

Dari kedua iklan di atas dapat simpulkan dan perbedaan dari kedua iklan tersebut adalah, Samsung memiliki lokasi yang sangat strategis di lampu merah manyar samsat sedangkan untuk sony ericsoon di bundaran air mancur jalan pemuda arah ke sudirman meski demikan sony ericsoon berada di tengah kota dan Samsung berada pada pinggir kota.

Dari segi bahasa kedua iklan reklame tersebut mempunyai perbedaan yang fantastis karena untuk yang Samsung memakai bahasa Indonesia yang lebih mudah di mengerti, sedangkan untuk sony ericsoon memakai bahasa inggris yang sukar untuk dimengerti meski demikan pilihan sony ericsoon memakai bahasa inggris karena cocok berada di tengah kota sedangkan untuk Samsung lebih sederhana dari pada sony ericsoon.

Dari segi harga Samsung dan sony ericsoon sangatlah beda jauh karena Samsung mempunyai harga di bawah 1,5jt rupiah sedengakan untuk sony berkisar di atas 3 juta untuk produk barunya tersebut. Kelebihan dari masing-masing handphone sangat beragam namun untuk Samsung dan sony in berbeda sangat jauh karena sony bisa nyala pada air sedangkan untuk Samsung tidak dapat bertahan lama dalam air (rusak).

 

TUGAS “UAS” MANAJEMEN STRATEGI

TUGAS UTS MANAJEMEN STRATEGI

“ANALISIS SWOT DAN STRATEGI PERUSAHAAN

PT.INFOMEDIA NUSANTARA”

 logo narotama

 

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

Nama          : Wigita Melyanti

Nim            : 01112006

Fakultas      : Ekonomi – Akuntansi

 

 

 

  1. MANAJEMEN STRATEGI PT.INFOMEDIA NUSANTARA
  2. LATAR BELAKANG

PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan contact center sebagai salah satu core bisnis yang di jalankan. Sama halnya dengan layanan contact center lainnya, Infomedia menyediakan insfrastruktur dan teknologi, tenaga kerja. PT Infomedia Nusantara juga merupakan salah satu anak perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan di bidang contact center dan periklakan. PT Infomedia sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan bisnis dengan proses dalam penerapan customes relationship Management (CRM) sesai dengan perjanjian PT Infomedia Nusantara. Beberapa saham yang ada di Infomedia ini sebanyak 51% saham dimiliki langsung oleh Telkom, dan sisanya 49% dimiliki oleh pelaku bisnis lainnya. Dalam layanan contact centernya PT. Telkomunikasi Indonesia Tbk, (Telkom) merupakan salah satu perusahaan yang mempercayakan contact center-nya untuk dikelola oleh Infomedia sebagai anak perusahaannya.

Contact Center Services yang dikelola Infomedia untuk Telkom adalah contact center 108 untuk informasi nomor telepon, contact center147 untuk menangani keluhan serta memberikan informasi terhadap seluruh produk yang dimiliki oleh Telkom kepada pelanggannya, dan contact center TAM (Teletama Acount Management) menangani tentang segala informasi produk telkom yang ada, serta Infomedia sendiri juga ada bebetapa layanan contact center selain milik telkom.

Di Indonesia Contact Center Telkom dibagi menjadi beberapa regional yaitu : area Medan untuk melayani pelanggan Telkom wilayah Sumatra, area Jakarta untuk melayani pelanggan wilayah Jakarta, Jawa Barat, untuk area Surabaya melayani pelanggan wilayah,Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur. Saat ini setiap area menerapkan kebijakan dan sistem operasionalnya sendiri-sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada setiap area. Infomedia area Surabaya merupakan salah satu area yang melayani wilayah yang besar. Oleh karena hal tersebut penyediaan layanan contact center yang dibangun untuk Telkom benar-benar memerlukan strategi yang tepat di semua bidang. Ward dan Peppard mengatakan, untuk mendukung strategi bisnis suatu perusahaan diperlukan strategi sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI). Hal ini sejalan dengan kebutuhan SI/TI yang harus disediakan untuk contact center Telkom sangat besar mulai dari perangkat dan aplikasi yang digunakan.

Berkembangnya CRM di bidang contact center yang ada menimbulkan banyak organisasi yang bergerak dalam bisnis ini sehingga persaingan dalam bisnis ini semakin ketat. Hal ini juga didukung dengan adanya penghargaanpenghargaan yang diberikan kepada contact center dengan penilaian tertentu sehingga dengan memperoleh penghargaan-penghargaan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sebuah perusahaan contact center yang juga akan berpengaruh terhadap pelanggan. Nilai tambah yang lain adalah kepercayaan masyarakat terhadap Infomedia juga akan bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan. Pada awal tahun 1975 perjalanan usaha PT.Infomedia Nusantara menjadi peusahaan penyedia jasa layanan informasi. Seiring berjalannya waktu dan berkembang PT.Infomedia Nusantara mempunyai 2 pilar bisnis yaitu : Layanan digita media richconten (DMRC), Layanan Busines Protec Outsorching (BPO)

Dalam pengenalan contact center dan dimaksud dengan layanan contact center bagian produk jasa untuk ditawarkan di dalam pilar OC dan Os. Produk ini menyediakan jasa outsorcing untuk aktifitas inbound dan outbound dengan memanfaatkan teknologi komunikasi terfokus misalnya seperti telepon,email,waktu,dll. Layanan Direktori merupakan pilar pertama yang akan menjadi bukti kematangan usaha Infomedia dalam bisnis jasa penyedia informasi melalui penerbitan Buku Petunjuk Telepon (BPT), baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.

PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan contact center sebagai salah satu core bisnis yang di jalankan. Sama halnya dengan layanan contact center lainnya, Infomedia menyediakan insfrastruktur dan teknologi, tenaga kerja. PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan di bidang contact center dan periklakan. Adapun visi, misi, kebijakan mutu, dan sasaran mutu.

 

  1. VISI PERUSAHAAN

“Menjadi Penyedia Jasa dan Layanan Informasi yang Utama di Kawasan Regional”

  1. MISI PERUSAHAAN

“Memberikan Produk dan Layanan Terbaik untuk Meningkatkan Nilai Tambah Bagi Pelanggan”

  1. TUJUAN PERUSAHAAN
  2. Mengembangkan kemampuan usaha di bidang jasa penyedaan informasi yang terutama berbasis direktori baik melalui cetak, suara maupun multimedia
  3. Melakukan usaha yang mampu memberikan return yang terbaik bagi karyawan, pemegang saham dan terpeliharanya kepuasan pelanggan serta menjadi perusahaan yang dapat di banggakan

 

  1. KEBIJAKAN MUTU

“ Memberikan layanan Contact Center terbaik bagi penggunanya dalam rangka pencapaian kepuasan dan loyalitas dari pelanggan agar mejadi perusahaan layanan contac center yang dapat dibanggakan”

 

  1. SASARAN MUTU

Abandon                                               :       1%

( jumlah rata-rata call yang tidak terjawab)

Service Level by telkom                         : 80% per 20 detik

(jumlah call yang harus di jawab dalam 20detik)

First Call Resolution

(pemberia keakuratan dalam 1 kali panggilan)

Down Time                                           : 15 menit dalam 1bulan

(kerusakan pada sistem PABX dalam 1bulan)

Avarage Speed Answer                        : 5detik

(rata-rata waktu sahut)

Custamer Statification Index by telkom : 83%

(kepuasan pelanggan yang dinilai dari telkom)

 

  1. BUDAYA PERUSAHAAN
  • Commitment to long term

(Dalam melakukan sesuatu tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang)

PT. Infomedia Nusantara bergerak tidak hanya berorientasi pada jangka pendek, tapi juga memperhatikan kelangsungan perusahaan dalam jangka yang panjang. Setiap aspek diperhatikan untuk keberhasilan dan konsistensi perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci),yaitu:

–         Target yang stretch (tidak hanya dirasakan pada jangka pendek tetapi juga jangka panjang).

–         Hasil yang berkelanjutan.

–         Terus bertransformasi

  • Customer First

(Selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal)

Dalam hal ini perusahaan menjadi penyedia interface yang tidak mengenal batas perusahaan dengan pelanggannya. Intinya perusahaan menjadikan kepuasan dan loyalitas pelanggan sebagai sebuah prioritas yang berpengaruh pada peningkatan kinerja perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:

–         Membangun hubungan baik.

–         Proaktif memenuhi kebutuhan pelanggan.

–         Pelayanan lebih baik dari ekspektasi

  • Caring Meritocracy

(Memberikan rewards dan consequences yang sesuai kinerja dan perilaku yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan aspek pembinaan dan pengembangannya)

Rewards dan panishment diberlakukan disetiap unit perusahaan sehingga memberikan kontrol yang baik terhadap kemajuan perusahaan secara signifikan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:

–                Mencari feedback individual.

–                Mengembangkan orang lain.

–                Rewards/consequences sesuai kinerja.

  • Co-creation of win-win partnership

(Memperlakukan mitra bisnis sebagai rekanan yang setara)

Dalam setiap industri, PT. Infomedia Nusantara senantiasa berusaha memenuhi harapan klien sesuai dengan karakter bisnis yang dimiliki, terutama dalam mengelola hubungan perusahaan dengan pelanggan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:

–         Proaktif menangkap peluang kemitraan.

–         Kreatif bernegosiasi.

–         Aktif mencari feedback dan mengelola kinerja mitra

  • Collaborative Innovation

(Menghilangkan internal silos dan terbuka terhadap ide-ide dari luar)

Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:

–         Membagi sumber daya.

–         Mencari sumber daya dari pihak lain.

–         Mempengaruhi lingkungan eksternal

 

  1. ANALISIS SWOT PT.INFOMEDIA

Sebelum menganalisis SWOT pada PT. INFOMEDIA NUSANTARA, saya jelaskan terlebih dahulu apa itu analisis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu perusahaan atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronm SWOT. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifikasi dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.

Dalam suatu perusahaan atribut organisasi atau kondisi internal dapat dipandang sebagai strength maupun weakness tergantung dampak terhadap tujuan organisasi. Sesuatu hal ini yang dinyatakan sebagai strength untuk tujuan tertentu dapat menjadi weakness untuk tujuan yang lain. Sedangkan faktor-faktor eksternal meliputi kondisi mako ekonomi, perubahan teknologi, sosial-kultur, dan tidak ketinggalan iklim kompetisi. Beberapa contoh masing-masing analisis yang di gunakan PT. INFOMEDIA NUSANTARA dalam menganilisis performasi adalah sebagai berikut:

  1. STRENGTH (KEKUATAN)

–         Mampu menerima banyaknya call yang masuk

–         Tepat pada waktu penggajian

–         Loyalitas karyawan sangat tinggi

–         Ada pembagian pekerjaan yang jelas

–        peralatan cukup lengkap

  1. Weakness (kelemahan)

–         banykanya palnggilan yang masuk

–         penghitungan lembur tidak transparan

–        loyakitas karyawan terlalu rendah

–         peralatan mesin kurang lengkap

–         Sutruktur organisasi terlalu luas

  1. Opportunity (Peluang)

–         nenguasai markaet dan jasa layanan infomasi

–        incme per kapita meningkat

–         kondisi mikro ekonomi yang sehat

–         Adanya peningkatan custamer terhadap call center

–         Memiliki program yang mendorong kepada custamer

  1. Threat (Ancaman)

–         pesaing dapat lebih memahami kebutuhan pelanggan

–         kompetitor banyak ketahui pelanggan dan perusahaan lainnya

–        kurangnya karyawan maka bvanyak pula efektitas pelanggan terhadap call center

–         pesaing lebih cepat unutk menerima telepon

–         perusahaan belum mampu meremajakan mesin

Keunggulan pada PT. INFOMEDIA NUSANTARA ini terhadap call center dan outsorcsingnya karena perusahaan tersebut berusaha memberikan pelayanan kepada custamer dari telkom atau dari rekanan perusahaan ini. PT.INFOMEDIA NUSANTARA pada wilaya timur terdapat perusahaan yang call center yang memakai jasa ini di antaranya call center citylink,bank bpd jatim,telekomunikasi indonesia, air asia,dll nya. Setiap call atau pelanggan yang di terima maka semakin banyak pula pendapatan yang ada.

Berdasarkan analisa internal dan eksternal tersebut, diperleh butir-butir kekuatan,kelemahan,peluang,dan ancaman maka dari itu dapat ditentukan dengan pembobotan dari masing-masing butir tersebut mempunyai setiap faktor akan di beri kriteria sebagai berikut:

 

Untuk rating faktor strength di beri kriteria:

üRating 1      = Sedikit kuat

üRating2       = Agak kuat

üRating 3      = kuat

üRating4       =Sangatkuat

 

Untuk rating faktor weakness di beri kriteria:

üRating -1    = Sedikit lemah

üRating -2    = Agak lemah

üRating -3    = lemah

üRating -4     = Sangat lemah

Untuk rating faktor opportunitty di beri kriteria:

üRating 1 = Sedikit peluang

üRating 2 = Agak peluang

üRating 3 = peluang

üRating 4 = Sangat berpeluang

 

 

Untuk rating faktor opportunitty di beri kriteria:

Ukuran Rating Ancaman :

üRating -1 = Sedikit Mengancam

üRating -2 = Agak Mengancama

üRating -3 = Mengancama

üRating -4 = Sangat Mengancam

 

KUESIONER INTERNAL FAKTOR ANALIS STRATEGI UNTUK MENGETAHU STRENGTH (KEKUATAN)
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Mampu menerima banyaknya call yang masuk 4 0,26 4 1,04
Tepat pada waktu penggajian 2 0,14 3 0,42
skilled labor 2 0,14 2 0,28
Ada pembagian pekerjaan yang jelas 2 0,14 3 0,42
perangkat perusahaan lengkap 4 0,26 4 1,04
14 0,94 3,2

 

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui kelemahan (weakness)
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
callwait yang tinggi dari pelanggan 4 0,26 -3 -0,78
penghitungan lembur yang tidak transparan 2 0,14 -3 -0,42
loyalitas karyawan rendah 2 0,13 -2 -0,26
Sutruktur organisasi terlalu luas 2 0,13 -2 -0,26
Peralatan R&D kurang memadai (mengalami gangguan) 4 0,26 -4 -1,04
14 0,92 -2,76

 

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang
(Threat)
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
menguasai market dalam jasa layanan informasi 3 0,21 3 0,63
income per kapita meningkat 2 0,14 3 0,42
kondisi makro ekonomi yang sehat 2 0,14 3 0,42
Adanya peningkatan custamer terhadap call center 4 0,26 4 1,04
Memiliki program yang mendorong kepada custamer 3 0,13 3 0,39
  14 0,88 2,9

 

 

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
pesaing lebih dapat memenuhi tuntutan 2 0,11 -2 -0,22
kompetitor lebih memahami pelanggan 3 0,23 -3 -0,69
kurangnya agent maka banyak pelanggan menunggu 4 0,23 -4 -0,92
pesaing lebih cepat untuk menerima panggilan 3 0,23 -3 -0,69
perusahaan belum mampu meremajakan mesin 3 0,17 -3 -0,51
  15 0,97 -3,03

 

 

 

  1. ANALISIS MATRIK SWOT

 

Berdasarka hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada tabel dituliskan di atas, hasilnya dapat di rangkum sebagai berikut:

 

Skor total strangth (kekuatan)          : 3,32

Skor total Weakness (kelemahan)     : – 2,76

Skor total Opportunity (peluang)     : -3,07

Skor total Threat  (ancaman)            : 2,9

 

Maka, penentuan PT.INFOMEDIA NUSANTARA dapat digambarkan matrik SWOT seperti :

  • Koordinat Analisis Internal :

Sumbu x = (skor kekuatan – skor kelamahan )/2

(3,2-2,76)/2

= 0,22

  • Koordinator Analisis Eksternal :

Sumbu Y = (skor peluang – skor ancanaman )/2

(2,9-3,03)/2

= -0,06

Jadi, titik koordinat terletak pada (0,22;-0,06)

 

diagram swot

 

 

 

  1. KESIMPULAN

Setelah diketahui titik koordinat (0,22;-0,06) tersebut maka posisi perusahaan PT.INFOMEDIA NUSANTARA diketahui pada kuadran ke 4 sehingga memiliki strategi yang lebih baik dan penyempurnaan aalisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap kuadran.

kuadran posisi titik luas matrik ranking prioritas strategi
I (3,2:2,9) 9,28 2 Growth
II (2,76:2,9) 8 4 Stability
III (2,76:3,03) 8,36 3 penciutan
IV (3,2;3,03) 9,7 1 kombinasi

 

  1. Pada kuadran I (S O strategi), strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan.
  2. Ekspansi layanan call center pada perusahaan-perusahaan yang belum tersentuh layanan call center
  3. Selalu memperbaiki parameter pada sesuai dengan SOP
  4. Menambah agent frelance untuk menutupi call yang berlebih pada jam-jam tertentu

2. pada kuadran II (WO strategi) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahannya.

a. memenuhi kebutuhan konsumen akan layanan informasi

b. menaikkan tarif telepon sehingga mendapatkan keuntungan

c. bekerjasama dengan perusahaan lain untuk memperoleh teknologi lanjut untuk mempercepat laju perusahaan

3. pada kuadran III (WT strategi) strategi yang dapat meminimulkan kelemahan untuk menghadapi setiap ancaman dan terus menerus melakukan inovasi sehingga tidak kalah dengan kompetitor lainnya

  1. diserfikasi pada pasar baru

b. infestasi pada merk dan loyalitas kepada pelanggan

c. selalu berinofasi dan selalu mengutamakan standar parameter pelayanan

4. pada kuadran IV (ST strategi) meminimumkan segala kekuatan untuk menghadapi ancaman.

  1. perhatian lebih pada teknologi, kualitas an harga pricing dengan tetap mengedepankan kualitas
  2. membuat perusahaan lebih sehat dalam mengatur manajemen perusahaan sehingga mudah mendatangkan partner dalam kerjasama bidang call center

Berdasarkan nilai bobot dan rating setiap unsur matrix diatas, maka dapat diketahui posisi perusahaan saat ini berada di kuadran ke 4, yaitu dimana stratgei umum dapat dilakukan perusahaan adalah membuat keunggulan sebagai ancuan untuk memfokuskan kelemahan perusahaan

 

STRATEGI BISNIS UNIT (SBU)

Dalam suatu bisnis dibutuhkan stratgei bisnis agar perusahaan mengerti apa yang harus di lakukan sehingga dapat bersaing dengan kompetitor dan pesaing lainnya.

Prioritas I

vFaktor penentu keberhasilan

Adanaya inovasi pelayanan terhadap pelanggan sehingga pelanggan merasa percaya terhadap perusahaan dan selalu manjakan pelanggan engan pelayanan yang update dan ramah.

vAktivitas yang dilakukan :

Meningkatkan kwalitas karyawan dengan selal merefresh dan menambah sesuai dengan kebutuhan call yang masuk sehingga akan selalu terjalin yang aktual.

  1. Output : mempermudah pelanggan untuk menghubungi call center dan dilakukan penjelasan mengenai call center
  2. Outcome : semakin banyak pelanggan yang ada maka semakin baik untuk perusahaan
  3. Impact: citra perusahaan unuuk meningkatan saham dalam dunia call center

Pioritas II

vFaktor penentu keberhasilan

Berdasarkan diagram swot tersebut dapat didapatkan bahwa prioritas kedua adalah untu persaingan antara partner bisnis agar perusahaan lainnya menggunaan jasa call center agar masyarakat lebih mudah jika mengalami gangguan atau pengaduan.

vAktivitas yang dilakukan:

Meningkatkan kerjasama antara perusahaan satu dengan perusahaan lannya agar perusahaan mau bekerja sama dengan perusahaan call center, karena di zaman yang saat ini pengaduan dan info secara efektif.

  1. Output : mempermudah perusahaan mengerti apa yang di minta pelanggan.
  2. Outcome : deviden perusahaan semakin bertambah dan penanam saham juga semakin banyak mendapat keuntungan
  3. Impact : citra perusahaan call center semakin brand dan dapat di banggakan di kalangan pemegang saham

 

Porter’s five forces

Dalam mendirikan perusahaan jasa call center bukanlah muda, karena di masa yang akan datang akan semakin banyak perusahaan call center yang ada, bagi perusahaan dapat menjadi daya saing di kawasan regional dan perusahaan tersebut mampu bertahan di kawasan yanng sekarag

 

KPI

sasaran mutu definisi 3 BULAN TERAKHIR
maret april mei
Abandon Call 1% per bulan 15.714 call 16.807 call 44.814 call
1,23% 1,35% 3,44%
Avarage Speed Answer (ASA) 5 DETIK rata2 waktu sahut 2 detik 3 detik 7 detik
CSI ukuran kepuasaan pelanggan
Down Time 15 menit per bulan
sevice level 20″ 80% call terjawab dalam 20 detik 97,63% 97,05% 86,39%
FCR pemberiaan kearutan telepon

 

 

TUGAS “UTS” MANAJEMEN STRATEGI

TUGAS UTS MANAJEMEN STRATEGI
“ANALISIS SWOT DAN STRATEGI PERUSAHAAN
PT.INFOMEDIA NUSANTARA”

logo narotama

UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

Nama : Wigita Melyanti
Nim : 01112006
Fakultas : Ekonomi – Akuntansi

I. MANAJEMEN STRATEGI PT.INFOMEDIA NUSANTARA

1. LATAR BELAKANG

PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan contact center sebagai salah satu core bisnis yang di jalankan. Sama halnya dengan layanan contact center lainnya, Infomedia menyediakan insfrastruktur dan teknologi, tenaga kerja. PT Infomedia Nusantara juga merupakan salah satu anak perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan di bidang contact center dan periklakan. PT Infomedia sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan bisnis dengan proses dalam penerapan customes relationship Management (CRM) sesai dengan perjanjian PT Infomedia Nusantara. Beberapa saham yang ada di Infomedia ini sebanyak 51% saham dimiliki langsung oleh Telkom, dan sisanya 49% dimiliki oleh pelaku bisnis lainnya. Dalam layanan contact centernya PT. Telkomunikasi Indonesia Tbk, (Telkom) merupakan salah satu perusahaan yang mempercayakan contact center-nya untuk dikelola oleh Infomedia sebagai anak perusahaannya. Contact Center Services yang dikelola Infomedia untuk Telkom adalah contact center 108 untuk informasi nomor telepon, contact center147 untuk menangani keluhan serta memberikan informasi terhadap seluruh produk yang dimiliki oleh Telkom kepada pelanggannya, dan contact center TAM (Teletama Acount Management) menangani tentang segala informasi produk telkom yang ada, serta Infomedia sendiri juga ada bebetapa layanan contact center selain milik telkom.
Di Indonesia Contact Center Telkom dibagi menjadi beberapa regional yaitu : area Medan untuk melayani pelanggan Telkom wilayah Sumatra, area Jakarta untuk melayani pelanggan wilayah Jakarta, Jawa Barat, untuk area Surabaya melayani pelanggan wilayah,Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur. Saat ini setiap area menerapkan kebijakan dan sistem operasionalnya sendiri-sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada setiap area. Infomedia area Surabaya merupakan salah satu area yang melayani wilayah yang besar. Oleh karena hal tersebut penyediaan layanan contact center yang dibangun untuk Telkom benar-benar memerlukan strategi yang tepat di semua bidang. Ward dan Peppard mengatakan, untuk mendukung strategi bisnis suatu perusahaan diperlukan strategi sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI). Hal ini sejalan dengan kebutuhan SI/TI yang harus disediakan untuk contact center Telkom sangat besar mulai dari perangkat dan aplikasi yang digunakan.
Berkembangnya CRM di bidang contact center yang ada menimbulkan banyak organisasi yang bergerak dalam bisnis ini sehingga persaingan dalam bisnis ini semakin ketat. Hal ini juga didukung dengan adanya penghargaanpenghargaan yang diberikan kepada contact center dengan penilaian tertentu sehingga dengan memperoleh penghargaan-penghargaan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sebuah perusahaan contact center yang juga akan berpengaruh terhadap pelanggan. Nilai tambah yang lain adalah kepercayaan masyarakat terhadap Infomedia juga akan bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan. Pada awal tahun 1975 perjalanan usaha PT.Infomedia Nusantara menjadi peusahaan penyedia jasa layanan informasi. Seiring berjalannya waktu dan berkembang PT.Infomedia Nusantara mempunyai 2 pilar bisnis yaitu : Layanan digita media richconten (DMRC), Layanan Busines Protec Outsorching (BPO)
Dalam pengenalan contact center dan dimaksud dengan layanan contact center bagian produk jasa untuk ditawarkan di dalam pilar OC dan Os. Produk ini menyediakan jasa outsorcing untuk aktifitas inbound dan outbound dengan memanfaatkan teknologi komunikasi terfokus misalnya seperti telepon,email,waktu,dll. Layanan Direktori merupakan pilar pertama yang akan menjadi bukti kematangan usaha Infomedia dalam bisnis jasa penyedia informasi melalui penerbitan Buku Petunjuk Telepon (BPT), baik dalam bentuk cetak maupun elektronik.
PT.Infomedia Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan contact center sebagai salah satu core bisnis yang di jalankan. Sama halnya dengan layanan contact center lainnya, Infomedia menyediakan insfrastruktur dan teknologi, tenaga kerja. PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan di bidang contact center dan periklakan. Adapun visi, misi, kebijakan mutu, dan sasaran mutu.

2. VISI PERUSAHAAN
“To become the regional leader in integrated information service and digital media solution”

3. MISI PERUSAHAAN
“To be the industri role mode in the information,media and content business by creating values to stakholder”

4. KEBIJAKAN MUTU
“ Memberikan layanan Contact Center terbaik bagi penggunanya dalam rangka pencapaian kepuasan dan loyalitas dari pelanggan agar mejadi perusahaan layanan contac center yang dapat dibanggakan”

5. SASARAN MUTU
 Abandon : 1%
( jumlah rata-rata call yang tidak terjawab)
 Service Level by telkom : 80% per 20 detik
(jumlah call yang harus di jawab dalam 20detik)
 First Call Resolution
(pemberia keakuratan dalam 1 kali panggilan)
 Down Time : 15 menit dalam 1bulan
(kerusakan pada sistem PABX dalam 1bulan)
 Avarage Speed Answer : 5detik
(rata-rata waktu sahut)
 Custamer Statification Index by telkom : 83%
(kepuasan pelanggan yang dinilai dari telkom)

6. BUDAYA PERUSAHAAN
 Commitment to long term
(Dalam melakukan sesuatu tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang)
PT. Infomedia Nusantara bergerak tidak hanya berorientasi pada jangka pendek, tapi juga memperhatikan kelangsungan perusahaan dalam jangka yang panjang. Setiap aspek diperhatikan untuk keberhasilan dan konsistensi perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci),yaitu:
– Target yang stretch (tidak hanya dirasakan pada jangka pendek tetapi juga jangka panjang).
– Hasil yang berkelanjutan.
– Terus bertransformasi

 Customer First
(Selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal)
Dalam hal ini perusahaan menjadi penyedia interface yang tidak mengenal batas perusahaan dengan pelanggannya. Intinya perusahaan menjadikan kepuasan dan loyalitas pelanggan sebagai sebuah prioritas yang berpengaruh pada peningkatan kinerja perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
– Membangun hubungan baik.
– Proaktif memenuhi kebutuhan pelanggan.
– Pelayanan lebih baik dari ekspektasi
 Caring Meritocracy
(Memberikan rewards dan consequences yang sesuai kinerja dan perilaku yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan aspek pembinaan dan pengembangannya)
Rewards dan panishment diberlakukan disetiap unit perusahaan sehingga memberikan kontrol yang baik terhadap kemajuan perusahaan secara signifikan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
– Mencari feedback individual.
– Mengembangkan orang lain.
– Rewards/consequences sesuai kinerja.

 Co-creation of win-win partnership
(Memperlakukan mitra bisnis sebagai rekanan yang setara)
Dalam setiap industri, PT. Infomedia Nusantara senantiasa berusaha memenuhi harapan klien sesuai dengan karakter bisnis yang dimiliki, terutama dalam mengelola hubungan perusahaan dengan pelanggan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
– Proaktif menangkap peluang kemitraan.
– Kreatif bernegosiasi.
– Aktif mencari feedback dan mengelola kinerja mitra

 Collaborative Innovation
(Menghilangkan internal silos dan terbuka terhadap ide-ide dari luar)
Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
– Membagi sumber daya.
– Mencari sumber daya dari pihak lain.
– Mempengaruhi lingkungan eksternal

II. ANALISIS SWOT PT.INFOMEDIA

Sebelum menganalisis SWOT pada PT. INFOMEDIA NUSANTARA, saya jelaskan terlebih dahulu apa itu analisis SWOT. Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dalam suatu perusahaan atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronm SWOT. Proses ini melibatkan penentuan tujuan yang spesifikasi dari spekulasi bisnis atau proyek dan mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendukung dan yang tidak dalam mencapai tujuan tersebut.
Dalam suatu perusahaan atribut organisasi atau kondisi internal dapat dipandang sebagai strength maupun weakness tergantung dampak terhadap tujuan organisasi. Sesuatu hal ini yang dinyatakan sebagai strength untuk tujuan tertentu dapat menjadi weakness untuk tujuan yang lain. Sedangkan faktor-faktor eksternal meliputi kondisi mako ekonomi, perubahan teknologi, sosial-kultur, dan tidak ketinggalan iklim kompetisi. Beberapa contoh masing-masing analisis yang di gunakan PT. INFOMEDIA NUSANTARA dalam menganilisis performasi adalah sebagai berikut:

1. STRENGTH (KEKUATAN)
– Mampu menerima banyaknya call yang masuk
– Tepat pada waktu penggajian
– Loyalitas karyawan sangat tinggi
– Ada pembagian pekerjaan yang jelas
– Peralatan R&D cukup canggih
2. Weakness (kelemahan)
– Tarif per panggilan sangat tinggi
– Tidak ada kejelasan terhadap skema penggajian
– Kurangnya informasi pada kerja
– SDM R&D kurang profesional
– Sutruktur organisasi terlalu luas
3. Opportunity (Peluang)
– Pendapatan per panggilan terus meningkat
– Invoasi teknologi
– Standrat pelayanan secara simpel
– Adanya peningkatan custamer terhadap call center
– Memiliki program yang mendorong kepada custamer

4. Threat (Ancaman)
– Ketidakstabilan standrat pelayanan
– Sering tidak mengabulkan tuntuan
– Susah di hubungi
– Lamanya pelayanan pada setiap panggilan
– Keadilan politik tidak mendukung

Keunggulan pada PT. INFOMEDIA NUSANTARA ini terhadap call center dan outsorcsingnya karena perusahaan tersebut berusaha memberikan pelayanan kepada custamer dari telkom atau dari rekanan perusahaan ini. PT.INFOMEDIA NUSANTARA pada wilaya timur terdapat perusahaan yang call center yang memakai jasa ini di antaranya call center citylink,bank bpd jatim,telekomunikasi indonesia, air asia,dll nya. Setiap call atau pelanggan yang di terima maka semakin banyak pula pendapatan yang ada.
Berdasarkan analisa internal dan eksternal tersebut, diperleh butir-butir kekuatan,kelemahan,peluang,dan ancaman maka dari itu dapat ditentukan dengan pembobotan dari masing-masing butir tersebut mempunyai setiap faktor akan di beri kriteria sebagai berikut:

Untuk rating faktor strength di beri kriteria:
 Rating 1 = Sedikit kuat
 Rating2 = Agak kuat
 Rating 3 = kuat
 Rating4 =Sangatkuat
Untuk rating faktor weakness di beri kriteria:
 Rating -1 = Sedikit lemah
 Rating -2 = Agak lemah
 Rating -3 = lemah
 Rating -4 = Sangat lemah
Untuk rating faktor opportunitty di beri kriteria:
 Rating 1 = Sedikit peluang
 Rating 2 = Agak peluang
 Rating 3 = peluang
 Rating 4 = Sangat berpeluang
Untuk rating faktor opportunitty di beri kriteria:
Ukuran Rating Ancaman :
 Rating -1 = Sedikit Mengancam
 Rating -2 = Agak Mengancama
 Rating -3 = Mengancama
 Rating -4 = Sangat Mengancam

KUESIONER INTERNAL FAKTOR ANALIS STRATEGI UNTUK MENGETAHU STRENGTH (KEKUATAN)
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
Mampu menerima banyaknya call yang masuk 4 0,23 4 0,92
Tepat pada waktu penggajian 4 0,23 3 0,69
skilled labor 2 0,11 2 0,22
Ada pembagian pekerjaan yang jelas 3 0,17 3 0,51
perangkat perusahaan lengkap 4 0,23 4 0,92
17 17,57 3,26

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui kelemahan (weakness)
Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
callwait yang tinggi dari pelanggan 4 0,26 -3 -0,78
penghitungan lembur yang tidak transparan 3 0,2 -3 -0,6
loyalitas karyawan rendah 2 0,13 -2 -0,26
Sutruktur organisasi terlalu luas 2 0,13 -2 -0,26
Peralatan R&D kurang memadai (mengalami gangguan) 4 0,26 -4 -1,04
15 0,98 -2,94

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Peluang

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
menguasai market dalam jasa layanan informasi 3 0,2 3 0,6
income per kapita meninkat 3 0,2 3 0,6
kondisi makro ekonomi yang sehat 3 0,2 3 0,6
Adanya peningkatan custamer terhadap call center 4 0,26 4 1,04
Memiliki program yang mendorong kepada custamer 2 0,13 3 0,39
15 0,99 3,23

Kuesioner Internal Factor Analysis Strategi Untuk Mengetahui Ancaman

Faktor strategis Nilai Bobot Rating Skor
monopoli jasa layanan informasi 3 0,17 -2 -0,34
Sering tidak mengabulkan tuntutan 4 0,23 -4 -0,92
Susah di hubungi 4 0,23 -4 -0,92
– Lamanya pelayanan pada setiap panggilan 3 0,17 -3 -0,51
perusahaan belum mampu meremajakan mesin 3 0,17 -3 -0,51
17 0,97 -3,2

III. ANALISIS MATRIK SWOT

Berdasarka hasil-hasil yang didapat dari analisis internal dan eksternal pada tabel dituliskan di atas, hasilnya dapat di rangkum sebagai berikut:

Skor total strangth : 3,26
Skor total Weakness : – 2,94
Skor total Opportunity : 3,23
Skor total Threat : – 3,2

Maka, penentuan PT.INFOMEDIA NUSANTARA dapat digambarkan matrik SWOT seperti :
• Koordinat Analisis Internal :
Sumbu x = (skor kekuatan – skor kelamahan )/2
(3,26-2,94)/2
= 0,16
• Koordinator Analisis Eksternal :
Sumbu Y = (skor peluang – skor ancanaman )/2
(3,23-3,2)/2
= -0,01
Jadi, titik koordinat terletak pada (0,16;-0,01)

-5
_4
_3
_2
_1
|-6 |-5 |-4 |-3 |-2 |-1 1| 2| 3| 4| 5| |
_-1
_-2
_-3
_-4

IV. KESIMPULAN
Berdasarkan nilai bobot dan rating setiap unsur matrix diatas, maka dapat diketahui posisi perusahaan saat ini berada di kuadran ke 4, yaitu strategi ombinasi diserfikasi yang terletak pada titik koordinat (0,16;-0,01).
kuadran posisi titik luas matrik ranking prioritas strategi
I (3,26:3,23) 10,52 3 Rentrechment
II (2,94:3,23) 9,4 4 Stability
III (2,94:3,2) 9,4 2 Growth
IV (3,26;3,2) 10,43 1 kombinasi

Setelah diketahui titik koordinat tersebut maka posisi perusahaan PT.INFOMEDIA NUSANTARA diketahui pada kuadran ke 4 sehingga memiliki strategi yang lebih baik dan penyempurnaan aalisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiap kuadran.
1. Kuadran pertama, strategi ofensif yang dapat dilakukan oleh perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada kesempatan.
a. Ekspansi layanan call center pada perusahaan-perusahaan yang belum tersentuh layanan call center
b. Selalu memperbaiki parameter pada sesuai dengan SOP
c. Menambah agent frelance untuk menutupi call yang berlebih pada jam-jam tertentu
2. pada kuadran II (WO strategi) perusahaan dapat membuat keunggulan pada kesempatan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari kelemahannya.
a. memenuhi kebutuhan konsumen akan layanan informasi
b. menaikkan tarif telepon sehingga mendapatkan keuntungan
c. bekerjasama dengan perusahaan lain untuk memperoleh teknologi lanjut untuk mempercepat laju perusahaan
3. pada kuadran III (ST strategi) menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap ancaman dengan menciptakan diserfikasi untuk menciptakan peluang.
a. terus menerus melakukan inovasi sehingga tidak kalah dengan kompetitor lainnya
b. perhatian lebih pada teknologi, kualitas an harga pricing dengan tetap mengedepankan kualitas
c. membuat perusahaan lebih sehat dalam mengatur manajemen perusahaan sehingga mudah mendatangkan partner dalam kerjasama bidang call center
4. pada kuadran IV (WT strategi) meminimumkan segala kelemahan untuk menghadapi ancaman.
a. diserfikasi pada pasar baru
b. infestasi pada merk dan loyalitas kepada pelanggan
c. selalu berinofasi dan selalu mengutamakan standar parameter pelayanan

TUGAS MANAJEMEN STRATEGI PART II

    TUGAS MANAJEMEN STRATEGI
    PART II
    “Proses perusahaan dalam menyusun strateginya dan implementasi Manajemen strategi”

    UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA

    Nama : Wigita Melyanti
    Nim : 01112006
    Fakultas : Ekonomi – Akuntansi

    I. PT. INFOMEDIA NUSANTARA
    PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu perusahaan yang menyediakan layanan contact center sebagai salah satu core bisnis yang di jalankan. Sama halnya dengan layanan contact center lainnya, Infomedia menyediakan insfrastruktur dan teknologi, tenaga kerja. PT Infomedia Nusantara merupakan salah satu anak perusahaan pada Telkom Group yang mengkhususkan di bidang contact center dan periklakan. PT Infomedia sebagai jembatan komunikasi antara pelaku usaha dan bisnis dengan proses dalam penerapan customes relationship Management (CRM) sesai dengan perjanjian PT Infomedia Nusantara. Beberapa saham yang ada di Infomedia ini sebanyak 51% saham dimiliki langsung oleh Telkom, dan sisanya 49% dimiliki oleh pelaku bisnis lainnya. Dalam layanan contact centernya PT. Telkomunikasi Indonesia Tbk, (Telkom) merupakan salah satu perusahaan yang mempercayakan contact center-nya untuk dikelola oleh Infomedia sebagai anak perusahaannya.
    Contact Center Services yang dikelola Infomedia untuk Telkom adalah contact center 108 untuk informasi nomor telepon, contact center147 untuk menangani keluhan serta memberikan informasi terhadap seluruh produk yang dimiliki oleh Telkom kepada pelanggannya, dan contact center TAM (Teletama Acount Management) menangani tentang segala informasi produk telkom yang ada, serta Infomedia sendiri juga ada bebetapa layanan contact center selain milik telkom.
    Di Indonesia Contact Center Telkom dibagi menjadi beberapa regional yaitu : area Medan untuk melayani pelanggan Telkom wilayah Sumatra, area Jakarta untuk melayani pelanggan wilayah Jakarta, Jawa Barat, untuk area Surabaya melayani pelanggan wilayah,Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, Sulawesi Kalimantan dan Indonesia Bagian Timur. Saat ini setiap area menerapkan kebijakan dan sistem operasionalnya sendiri-sendiri sesuai dengan situasi dan kondisi yang terjadi pada setiap area. Infomedia area Surabaya merupakan salah satu area yang melayani wilayah yang besar. Oleh karena hal tersebut penyediaan layanan contact center yang dibangun untuk Telkom benar-benar memerlukan strategi yang tepat di semua bidang. Ward dan Peppard mengatakan, untuk mendukung strategi bisnis suatu perusahaan diperlukan strategi sistem informasi (SI) dan teknologi informasi (TI). Hal ini sejalan dengan kebutuhan SI/TI yang harus disediakan untuk contact center Telkom sangat besar mulai dari perangkat dan aplikasi yang digunakan.Berkembangnya CRM di bidang contact center yang ada menimbulkan banyak organisasi yang bergerak dalam bisnis ini sehingga persaingan dalam bisnis ini semakin ketat. Hal ini juga didukung dengan adanya penghargaanpenghargaan yang diberikan kepada contact center dengan penilaian tertentu sehingga dengan memperoleh penghargaan-penghargaan tersebut dapat meningkatkan nilai tambah sebuah perusahaan contact center yang juga akan berpengaruh terhadap pelanggan. Nilai tambah yang lain adalah kepercayaan masyarakat terhadap Infomedia juga akan bertambah seiring dengan bertambahnya pelanggan.

    I.1 Strategi PT. Infomedia Nusantara
    I.I.1 Pengertian Strategi
    Pengertian Strategi ada beberapa macam sebagaimana dikemukanan oleh para ahli dalam buku karya mereka masing-masing. Suatu strategi mempunyai dasar atau skema untuk mencapai sasaran yang dituju. Jadi pada dasarnya stratgei merupakan alat untuk mencapai tujuan.
    Menurut Marrus (2002:31) strategi didefisinikan sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Selanjutnya Quinn (1999:10) mengartikan strategi adalah suatu bentuk atau rencana yang mengintergrasikan tujuan-tujuan utama, kebijakan-kebijakan dan rangkaian tindakan dalam suatu organisasi menjadi suatu kesatuan yang utuh. Strategi diformulasikan dengan baik akan membantu penyusunannya dan pengalokasikan sumber daya yang dimilik perusahaan menjadi suatu bentuk yang unik dan dapat bertahan. Strategi yang baik disusun berdasarkan kemampuan internal dan kelemahan perusahaan, antisipasi perubahan dalam lingkungan, serta kesatuan pergerakan yang dilakukan oleh mata-mata musuh.
    Dari kedua pendapat di atas, maka strategi dapat diartikan sebagai suatu rencana yang disusun oleh manajemen puncak untuk mencapai tujuan yang di inginkan. Rencana ini meliputi: tujuan, kebijakan, dan tindakan yang harus dilaksanakan oleh suatu organisasi dalam mempertahankan eksitensi dan memenangkan persaingan, terutama perusahaan atau organisasi harus memiliki keunggulan kompetitif.

    I.I.2 Peranan Strategi
    Strategi memiliki peranan yang sangat penting bagi pencapain tujuan, karena strategi memberikan arah tindakan, dan cara bagaimana tindakan tersebut harus dilakukan agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Menurut Grant (1999:21) strategi memilik 3 peranan penting dalam mengisi tujuan manajemen, yaitu :
    • Strategi sebagai pendukung untuk mengambil keputusan
    Strategi sebagai suati elemen untuk mencapai sukses. Strategi merupakan suatu bentuk atau tema yang memberikan kesatuan hubungan antara keputusan-keputusan yang di ambil oleh individu atau organisasi.
    • Strategi sebagai sarana koordinasi dan komunikasi
    Salah satu peranan strategi sebagai saran koordinasi dan komunikasi adalah untuk memberikan kesamaan arah bagi perusahaan.
    • Stratgei sebagai target
    Konsep strategi akan digabungkan dengan misi dan visi untuk menentukan dimana perusaahan berada dalam masa yang akan datang. Penetapan tujuan tidak hanya dilakukan untuk memberikan arah bagi penyusunan strategi, tetapi juga untuk membentuk asprirasi bagi perusahaan. Dengan demikian strategi juga dapat berperdan sebagi target perusahaan.
    I.I.3 Strategi PT.Infomedia Nusantara
    1. database informasi yang dinamis dan berkembang
    2. infrastruktur yang berbasis teknologi dan keterampilan sumber daya manusia
    3. dukungan sistem IT dan perkembangan teknologi

    II. STRATEGI MANAJEMEN
    II.1 Pengertian Manajemen Strategi
    Menurut Fred R.David (2004: 5) pengertian dari manajemen strategi adalah, ilmu mengenai perumusan, pelaksanaan dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya. Menurut Wheelan dan Hunger (Strategic Manajemen and Business Policy Massachuset, 1995) adalah manajemen stratgei suatu kesatuan rangkaian keputusan dan tindakan yang menetukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang. Tercakup di dalamnya mengenali dan menganalisa lingkungan, memformulasi strategi, memimplimentasikan stratgei dan melakukan evaluasi berikut pengendalian. Menurut keduan pengertian tersebut manajemen strategi diwujudkan dalam bentuk perncanaan berskala besar mencakup seluruh komponen dilingkungan sebuah organisasi yang dituangkan dalam bentuk rencana stratgei( renstra) yang dijabarka menjadi perencanaan operasional, yang kemudian dijabarkan pula dalam bentuk program kerja dan proyek tahunan.
    Visi, misi pemilihan strategi yang menghasilkan strategi induk dan tujuan strategi organisasi untuk jangka panjang merupakan acuan dalam merumuskan rencana strategi, namun dalam teknik penempatannya sebagai keputusan manajemen puncak secara tertulis semua acuan tersebut terdapat didalamnya. Dan manajemen strategi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang perumusan, pelaksanaan, dan evaluasi keputusan-keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya (Davi, 2004, p5). Sebagaimana tersirat dalam definsi tersebut, manjemen strategi terfokus upaya memadukan manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produk/operasi, penelitian dan pengembangan, serta sistem informasi komputer untuk mencapai keberhasilan organisasi.
    II.2 Manfaat Manajemen Strategi
    Pelaksanaan manajemen stratgei mendatangkan manfaat yang tidak sedikit bagi organisasi. Pearce dan robinson (1997) dalam yoshida (2006) menyimpulkan manfaat yang diberikan ketika organisasi manjalankan manajemen strategi, yaitu :
    1. Manajemen strategi digunakan sebagai cara untu mangantisipasi peluang dalam ancaman dari perubahan lingkungan pada masa yang akan datang.
    2. Manajemen strategi memberikan gambaran pada anggota organisasi di masa yang akan datang.
    3. Manajemen strategi memonitor apa yang terjadi dalam organisasi sehingga apabila organisasi tersebut menghadapi masalah, dapat dengan segera diketahui akan permasalahannya yang akan memudahkan untuk mencari solusinya.
    Selain itu banyak manfaat lain yang perusahaan dapatkan ketika manajemen strategei dilakukan dalam suatu organisasi, manajemen strategi membuat organisasi lebih proaktif dari pada reaktif dalam membentuk masa depannya, manajemen strategi membuat organisasi dapat mulai mempengarui (bukan hanya menanggapi) berbagai kegiatan dengan demikian perusahaan dapat mengendalikan nasibnya sendiri.
    Secara historis manfaat utama dari manajemen strategi adalah membantu organsasi merumuskan stragei-strategi yang lebih baik melalui pendekatan yang lebih sistematis, logis, dan rasional untuk menentukan pilihan strategi. Tetapi perumusan stratgei-stratgei tersebut haris diimplementasikan secara efektif.

    II.3 Model Manajemen Strategi
    Model manajemen strategi menggambarkan suatu proses yang mewakili pendekatan praktis dan jelas untuk merumuska, melaksanakan, dan mengevaluasikan strategi suatu organisasi (David, 2004, p18). Sedangkan proses manajemen strategi merupakan proses yang dinamis dan berkesinabungan. Sehingga apabaila terjadi suatu perubahan pada salah satu dari komponen atau bagian utama dari model tersebut dapat menyebabkan perubahan pada salah satu atau semua unsur yang lain.
    Misalnya, perubahan dalam ekonomi bisa merupakan peluang besar dan menuntut adanya perubahan tujuan-tujuan jangka panjang dan strategi; kegagalan mencapai sasaran tahunan mengharuskan adanya perubahan kebijakan; atau perubahan stratgei pesaing untuk mengharuskan adanya perusahaan dalam misi perusahaan tersebut.
    Berdasarkan model manajemen strategi menurut Wheelen dan Hunger (1995:7), sesungguhnya sejak awal mereka membagi proses manajemen strategi ke dalam empat elemen dasar, yakni :
    1. Analisis lingkungan ( enviromental scanning)
    2. Perumusan strategi ( strategy formulation)
    3. Implementasi strategi (strategi implemention)
    4. Evaluasi dan kontrol (evalution dan control)
    Jika dikaitan dengan fungsi manajemen, maka komponen manajemen strategi sebenarnya mengikuti siklus fungsi manajemen, yang diawali dengan perencanaa, pengorganisasian, pengarahan hingga ke pengawasan. Dengan demikian, berdasarkan uraian tentang komponen manajemen strategi di atas, maka pengertian manajemen strategi dapat disimpulkan sebagai suatu kesatuan dan tindakan untuk menghasilkan suatu formulasi dan implementasi rencana yang di design dan terkontrol dalam mencapai sasaran ata tujuan suatu perusahaan.
    II.4 Proses Manajemen Strategi
    Karakteristik pertama yang ada pada proses manajemen strategi adalah adaya kesatuan (unity) an proses yang runtut. Jadi, sebenarnya ahapan dalam manajemen strategi yaitu di mulai dari pengembangan misi organisasi, menetapkan tujuan, menyusun stratgei, implemetas strategi, dan akhirnya evaluasi kinerja adalah merupakan satu kesatuan yang sulit untuk dipisahkan. Proses manajemen strategi terdiri dari 3 (tiga) tahapan:
    1. Perumusan (formulasi) stratgei
    Formulasi stratgei meliputi pengembangan misi bisnis, mengindentifikasi peluang dan ancaman eksternal, mengukur dan menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan tujuan jangka panjang, mengumpulkan alternatif, serta memilih strategi-strategi khusu yang akan diberlakukan untuk kasus tertentu. Dalam formulasi stratgei telah mencakup tentang obyek organisasi baru akan digarap, obyek bisnis yang akan di tinggalkan, pengalokasian sumber daya (baik sumber daya finansial maupun sumber daya non finansial).
    Strategi harus memberikan keungglan kompratif dan pada akhirnya dalam jangka panjang dapat memberikan keunggulan kompetitif.
    2. Mengimplementasian Strategi
    Implementasi stratgei sering disebut juga sebagai tahapan dari tindakan manajemen strategi. Dalam tahapan ini perusahaan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahan tahunan (annual objective of business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, motivasi karyawan serta mengalokasikan sumber daya sehingga strategi yang telah diformulasikan dapat dilaksanakan.
    Implementasi strategi meliputi budaya yang mendukung pengembangan organisasi bisnis, menciptakan struktur organisasi yang efektif, mereflesikan berbagai usaha pemasaran, mempersiapkan anggaran, mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi, serta memotivasi individu agar mau melaksanakan dan bekerja dengan sebaik mungkin. Implementasi stratgei memerlukan kinerja dan displin yang tinggi juga harus di imbangi dengan imbalan yang memadai.
    3. Evaluasi dan mengawasi strategi
    Evaluasi dan erat pengawasan merupakan tahap terkahir dalam proses strategi. Semua stratgei merupakan subyek modifikasi di masa yang akan datang, sebab berbagai faktor internal dan eksternal akan selalu mengalami perubahan evaluasi stratgi, mencakup 3 hal yaitu:
    a. Mervie faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang berlangsung.
    b. Mengukur kinerja yang telah dilakukan tindakan perbaikan.
    c. Mengambil berbagai tindakan perbaikan.
    II.5 Manajemen Strategi PT. INFOMEDIA NUSANTARA
    Dalam proses manajemen strategi, PT.Infomeda nusantara memiliki beberapa strategi untuk mencapai tujuan dari strategi perusahaan tersebut, yang dikenal dengan budaya “5C” yakni;
    1. Commitment to long term
    Dalam melakukan sesuai tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang
    2. Customer First
    Selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal
    3. Caring Meritocracy
    Memberikan rewards dan consequences yang sesuai kinerja dan perilaku yang bersaing kutan dengan tetapi memperhatikan aspen pembinaan dan pengembangannya
    4. Co-creation of win-win partnership
    Memperlakukan mitra bisnis sebagai rekanan yang setara
    5. Collaborative Innovation
    Menghilangkan internal silos.

    III. Implementasi Strategi
    III.1 Implementasi
    Implementasi adalah suatu tindakan atau pelaksanaan dari sebuah rencana yang sudah disusun secara matang dan terperinci. Implementasi biasanya dilakukan setelah perencanaaan sudah dianggap fix. berikat ane akan sedikit info tentang pengertian implentasi menurut para ahli. semoga info tentang pengertian implementasi menurut para ahli bisa bermanfaat.
    III.2 Implementasi Strategi
    Implementasi strategi adalah proses di mana manajemen mewujudkan strateginya dalam bentuk program, prosedur dan anggaran. Implementasi strategi juga dapat diartikan sebagai pengembangan strategi dalam bentuk tindakan. Implementasi terkadang lebih sulit karena implementasi membawa sebuah perubahan. banyak faktor2 tak terduga yang bisa menjadi hambatan. Hitt, Ireland, dan Hoskisson (2000) menekankan bahwa serangkaian tindakan strategis yang disebut formulasi strategi dan implementasi strategi harus disatukan dengan hati-hati jika perusahaan ingin mencapai daya saing strategis dan menghasilkan pendapatan di atas rata-rata. Kesuksesan persaingan terjadi ketika perusahaan menggunakan perangkat dan tindakan implementasi secara konsisten dengan strategi-strategi level-bisnis, level-perusahaan, akuisisi, internasional, dan kerjasama yang sebelumnya dipilih.
    Perumusan strategi dan implementasi strategi harus sesuai dengan tujuan strategis dan misi strategis. Tujuan strategis dan misi strategis disusun berdasarkan informasi yang diperoleh dari analisis lingkungan eksternal dan lingkungan internal. Perusahaan mempelajari lingkungan eksternal dan internal agar dapat mengidentifikasi peluang-peluang dan ancaman pasarnya dan menentukan bagaimana menggunakan kompetensi-kompetensi intinya dalam usaha mendapatkan hasil strategisnya yang diinginkan. Dengan pengetahuan ini, perusahaan membentuk tujuan-tujuan strategis, misi strategis mensefisikasi, secara tertulis, produk-produk yang ingin diproduksi oleh perusahaan tersebut dan pasar yang ingin dilayani ketika mendayagunakan sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi-kompetensinya.
    III.3 Manfaat Implementasi Strategi
    Penerapan atau implementasi strategi mencakup (1) penguasaan perusahaan (corporate governance), (2) struktur dan kontrol organisasi (organizationa structure and control), (3) kepemimpinan strategis (strategic leadership), dan kewirausahaan dan inovasi perusahaan (entrepreneurship & innovation).
    Dalam teori keagenan (Agency Theory) dijelaskan adanya hubungan antara para pemegang saham (prinsipal) sebagai para pemilik perusahaan dengan para manajer sebagai agen pembuat keputusan. Para prinsipal menyewa para manajer untuk dijadikan agen pembuat keputusan. Hubungan keagenan tersebut menuntut kekhususan risiko dengan para pembuat keputusan.
    Masalah keagenan terjadi ketika hasrat-hasrat atau tujuan-tujuan atas prinsipal dan agen konflik dan kesukran atau mahalnya atas prinsipal untuk memverifikasi bahan agen telah diperoleh secara tepat.
    Ada lima kunci mekanisme penguasaan (governance mechanisms), yaitu (1) konsentrasi kepemilikan (ownership concentration), (2) dewan direktur (boards of Directors), (3) kompensasi eksikutif (executive compensation), (4) struktur keorganisasian multidivisi (multidivisional organizational structure), dan (5) pasar bagi pengendalian perusahaan (market for corporate control ).
    1.Konsentrasi Kepemilikan Ownersship concentration terjadi sebagai berikut. Sejumlah besar para pemegang saham mempunyai suatu insentif yang kuat untuk memantau manajemen secara tertutup. Mereka dalam jumlah besar membantu membuat berarti pemantauan tersebut sementara menghabiskan waktu, usaha dan mahal pemantauan secara tertutup. Mereka juga bisa mencari kedudukan dewan yaitu meningkatkan kemampuan mereka untuk memantau secara efektif (meskipun lembaga-lembaga finansial secara legal terlupakan secara pengarahan dari kepemilikan kursi-kursi dewan).
    2.Dewan Direktur Mekanisme penguasaan board of Directors bisa terjadi di dalam prganisasi, dalam hubungan di luar organisasi, dan di luar organisasi lainnya. Di dalam organisasi yaitu pada CEO perusahaan dan para manajer level-puncak lainnya. Di luar organisasi yang berhubungan, yaitu terjadi pada individu-individu yang tdak dilibatkan dengan operasi sehari-hari, tetapi yang mempunyai suatu hubungan dengan perusahaan. Di luar organisasi lainnya, yaitu terjadi pada individu-individu yang bebas atas operasi perusahaan sehari-hari dan hubungan-hubungan lainnya. Karena itu dalam mekanisme dewan direktur agar penguasaan dewan lebih efektif disarankan sebagai berikut:
    -Meningkatkan diversitas atau keragaman atas latar belakang keanggotaan dewan
    -Memperkuat mnajemen internal dan sistem pengendalian akuntansi.
    -Memantapkan proses-proses formal bagi evaluasi atas kinerja dewan.
    3.Kompensasi Eksikutif Mekanime penguasaan perusahaan dari segi kompensasi eksikutif dapat meliputi:Gaji, bonus-bonus, kompensasi insentif jangka panjang. Keputusan-keputusan eksikutif adalah bersifat kompleks dan tidak-rutin. Banyak faktor mencampuri pembuatan keputusan tersebut mempersulit untuk memantapkan bagaimana keputusan-keputusan manajerial agar dapat tanggap secara terarah bagi outcomes. Sebagai tambahan, kepemilikan saham (kompensasi insentif jangka panjang) membuat para manajer lebih dapat lebih mudah membujuk untuk mengubah-ubah pasar yang menjadikan pengendalian parsial mereka. Sistem-sistem insentif tidak menjamin bahwa para manajer membuat keputusan-keputusan yang “benar”, tetapi mereka meningkatkan kemunkinan (likelihood) bahwa para manajer akan melakukan sesuatu bagi balasjasa yang diberikan kepada mereka.
    4.Struktur Keorganisasian Divisional Mekanisme penguasaan melalui struktur keorganisasian mutidivisional bergantung pada: Desain untuk kendali yang mengajarkan peluang-peluang manajerial. Kantor perusahaan dan dewan memantau keputusan-keputusan strategik para manajer. Kepentingan manajerial ditingkatkan dalam memaksimumkan kesejahteraan. Struktur organisasi bentuk-M tidak perlu terbatas pada tindakan-tindakan swa-layan para manajer tingkat perusahaan. Hal ini bisa membimbing untuk agak memperbesar penguasaan daripada tanpa diversifikasi. Diversifikasi lini produk secara luas membuat mekanisme penguasaan sulit bagi para manajer level-puncak untuk mengevaluasi keputusan-keputusan strategik ata para manajer divisional.
    Struktur organisasi adalah salah satu sarana yang digunakan manajemen untuk mencapai sasarannya. Karena sasaran diturunkan dari strategi organisasi, maka logis jika strategi dan strutur terkait erat. Lebih tepatnya struktur harus mengikuti strategi.
    5.Pasar bagi Pengendalian Perusahaan Governance mechaniusm o market for corporate control meliputi operasi-operasi, dan tindakan-tindakan. Melalui operasi-operasi ketika penampakan risiko perusahaan atas pengambil-alihan ketika mereka beroperasi tidak efisien. Tahun tahun 1980-an menunjukkan pasar aktif bagi pengendalian perusahaan, secara meluas sebagai suatu hasil atas memungkinkan pengelompokkan atas modal (junk bonds). Beberapa perusahaan mulau untuk mengoperasikan secara lebih efisien sebagai hasil atas “kendala” pengambil-alihan, meskipun terjadi secara tiba-tiba atas pengambil-alihan yang secara relatif tidak berperasaan. Kemudian dibuat perubahan-perubahan dalam regaulasi yang telah membuat kesulitan pengambil-alihan yang tidak berperasaan. Mekanisme penguasaan pasar bagi pengendalian perusahaan melalui tindakan-tindakan sebagai suatu sumber penting atas disiplin sepanjang manajerial yang tidak-kompeten dan boros.

    III.4 Implementasi Strategi PT. Infomedia Nusantara
    Sesuai dengan strategi dan manajemen strategi PT.Infomedia nusantara ada beberapa syarat untuk pencapaian yang dengan tujuan awalnya untuk menjadikan perusahaan selalu mampu bersaing dengan mitra bisnisnya secara baik internal maupun eksternal.
    1. Commitment to long term
    (Dalam melakukan sesuatu tidak hanya untuk masa kini tetapi juga untuk masa mendatang)
    PT. Infomedia Nusantara bergerak tidak hanya berorientasi pada jangka pendek, tapi juga memperhatikan kelangsungan perusahaan dalam jangka yang panjang. Setiap aspek diperhatikan untuk keberhasilan dan konsistensi perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci),yaitu:
     Target yang stretch (tidak hanya dirasakan pada jangka pendek tetapi juga jangka panjang).
     Hasil yang berkelanjutan.
     Terus bertransformasi
    2. Customer First
    (Selalu mengutamakan pelanggan terlebih dahulu, baik pelanggan internal maupun pelanggan eksternal)
    Dalam hal ini perusahaan menjadi penyedia interface yang tidak mengenal batas perusahaan dengan pelanggannya. Intinya perusahaan menjadikan kepuasan dan loyalitas pelanggan sebagai sebuah prioritas yang berpengaruh pada peningkatan kinerja perusahaan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Membangun hubungan baik.
     Proaktif memenuhi kebutuhan pelanggan.
     Pelayanan lebih baik dari ekspektasi.
    3. Caring Meritocracy
    (Memberikan rewards dan consequences yang sesuai kinerja dan perilaku yang bersangkutan dengan tetap memperhatikan aspek pembinaan dan pengembangannya)
    Rewards dan panishment diberlakukan disetiap unit perusahaan sehingga memberikan kontrol yang baik terhadap kemajuan perusahaan secara signifikan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Mencari feedback individual.
     Mengembangkan orang lain.
     Rewards/consequences sesuai kinerja.
    4. Co-creation of win-win partnership
    (Memperlakukan mitra bisnis sebagai rekanan yang setara)
    Dalam setiap industri, PT. Infomedia Nusantara senantiasa berusaha memenuhi harapan klien sesuai dengan karakter bisnis yang dimiliki, terutama dalam mengelola hubungan perusahaan dengan pelanggan. Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Proaktif menangkap peluang kemitraan.
     Kreatif bernegosiasi.
     Aktif mencari feedback dan mengelola kinerja mitra.
    5. Collaborative Innovation
    (Menghilangkan internal silos dan terbuka terhadap ide-ide dari luar)
    Value ini dilandasi oleh 3 key behaviors (perilaku kunci), yaitu:
     Membagi sumber daya.
     Mencari sumber daya dari pihak lain.
     Mempengaruhi lingkungan eksternal
    Berdasarkan hal tersebut diatas, PT Infomedia Nusantara menggunakan pendekatan Blue Ocean Strategy (BOS) dan Balanced Scorecard (BSC). BOS merupakan strategi bisnis yang digunakan untuk menemukan ruang baru dalam bisnis yang dapat meningkatkan efisiensi proses dan kinerja. BOS akan diintegrasikan dengan BSC yang akan menjawab setiap tantangan yang ada pada bisnis contact center yang dinamis, inovatif, dan terukur.
    Tantangan tersebut adalah bersaing di bisnis yang ketat dengan cara memberikan Service Level Agreements (SLA) yang berkualitas, meningkatkan indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator (KPI), menekan biaya operasional dengan menghasilkan inovasi-inovasi dalam proses bisnis maupun teknologi
    yang dapat memberikan nilai bagi perusahaan dan bagi pelanggan yang berupa utilitas (manfaat) dan harga yang diberikan perusahaan kepada pelanggan. Komponen-komponen dalam contact center yang akan dipetakan dalam kurva BOS kemudian diintegrasikan ke dalam empat prespektif dalam BSC. Hasil dari integrasi tersebut akan menghasilkan kebutuhan bisnis mendatang. Kebutuhan bisnis yang dihasilkan dari BOS dan BSC tersebut akan di sesuaikan dengan aktifitas-aktifitas bisnis yang ada pada Infomedia yang selanjutnya menghasilkan portofolio aplikasi. Portofolio aplikasi tersebut diharapkan dapat menunjang strategi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ada. Selain itu target dan pengembangan SI/TI dapat terarah sesuai dengan kebutuhan operasional sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan contact center yang ada di Indonesia. Kebutuhan bisnis yang dihasilkan dari BOS dan BSC tersebut akan di sesuaikan dengan aktifitas-aktifitas bisnis yang ada pada Infomedia yang selanjutnya menghasilkan portofolio aplikasi. Portofolio aplikasi tersebut diharapkan dapat menunjang strategi manajemen dalam mencapai tujuan perusahaan dalam menghadapi persaingan yang ada. Selain itu target dan pengembangan SI/TI dapat terarah sesuai dengan kebutuhan operasional sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan yang diberikan kepada pelanggan sehingga dapat bersaing dengan perusahaan contact center yang ada di Indonesia.

Makalah E-Bisnis

Lanjutkan Membaca >>

E- commers
Dalam terjemahan bahasa Indonesianya, e-commerce adalah perdagangan elektronik, yang artinya penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputerainnya. Perdagangan elektronik ini dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis. Industri teknologi informasi melihat kegiatan ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitang dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (Supply Chain Management), pemasaran elektronik (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (Online Transaction Processing), pertukaran data eletronik (Electronic Data Interchange / EDI), DLL.

Bentuk E-commerce dan E-business
 Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis,. E-commerce penjual dan pembelinya adalah organisasi/perusahaan pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama.
 Business to Consumer (B2C) B2C dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik di mana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah Amazon.comE-commerce yang penjualnya adalah perusahaan, dan pembelinya adalah perorangan merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer Dan sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server

Lima prinsip dari E-commerce, yaitu :
 Kredibilitas. Anda memiliki kredibilitas bisnis yang tak diragukan lagi. Dari isi atau konten web atau blog anda, pengunjung bisa menangkap hal itu.
 Keahlian. Orang akan lebih mudah membeli pada orang yang ahli di suatu bidang. Keahlian itu yang membuat orang yakin bahwa apa yang anda tawarkan adalah solusi yang tepat baginya.
 Bukti. Orang-orang suka melihat bukti. Mereka akan lebih mudah percaya jika ada bukti yang anda sodorkan. Bukti seperti hasil dari efek produk anda, testimoni, atau bahkan foto bukti resi pengiriman jika anda berjualan produk fisik bisa anda tampilkan di situs web anda.
Lanjutkan Membaca >>

MANAJEMEN STRATEGI PART II

sedikit ilmu semoga bermanfaat dan mohon maaf jika sedikit banyak keliruan, penjelasan mengenai proses strategi perusahaan dan bagaimana efektifitas perusahaan dalam mempimplementasikan strategi.

klik disini untuk mengunduh file tersebut:

PROSES STRATEGI DAN IMPLEMENTASI STRATEGI  

positive

Keep positve positive

UAS Akuntansi 1

AKUNTANSI KEUANGAN

Dapatkan informasi lengkap harga baru maupun bekas dari produk Apple semua tipe seperti iPhone 5, 4S, 4, 3GS dan 2G dengan berbagai variasi memori 8/16/32/64 GB. Perusahaan smartphone asal Amerika yang didirikan Steve Job sejak tahun 1977 ini memang selalu tampil eksklusif dengan fitur-fitur yang inovatif.

Sampai saat ini harga smartphone apple memang diatas rata-rata dengan speksifikasi sebanding dengan pesaingnya. Namun demikian memiliki ponsel pintar ini memang memiliki gengsi tersendiri dengan design unik dan kandungan fitur di dalamnya, selain itu memang hanya sedikit orang yang memilikinya.

Apple iPhone 5 sebagai generasi terbaru saat ini bisa anda miliki dengan mengeluarkan minimal tujuh juta lebih untuk seri terendah yang memiliki kapasitas memori penyimpanan data 16 GB. Karena Apple tidak menyediakan memori eksternal, maka jika ingin memori yang lebih besar anda bisa memilih yang 32 atau 64 GB. Sebagai generasi terbaru iPhone 5 sudah support jaringan 4G LTE 850/1800/2100 sehingga menjamin kecepatan data yang luar biasa kenceng untuk online. Sayangnya untuk processor belum mengadopsi quad-core dan masih menggunakan dual core, meskipun sudah cukup cepat tetapi bukan yang tercepat dalam menjalankan aplikasi software di dalamnya.
Jaringan 2G: GSM 900/1800/1900
Jaringan 3G: HSDPA 900/2100
Jaringan 4G: LTE 850/1800/2100
Ukuran: 123.8 x 58.6 x 7.6 mm, Berat 112 gram
Processor: Apple dual-core 1.2 GHz A6
OS: iOS 6
Kamera: Primary: 8MP, Secondary: 1.2MP
Memori: 1GB RAM, Internal 16/32/64GB, eksternal tidak ada
Layar: 4.0 inch 640 x 1136 pixel
Batere: Li-Po 1440 mAhApple iPhone 5